Bertemu Pimpinan DPR, Mantan Kepala BIN Usulkan Jabatan Presiden 8 Tahun

FAJAR.CO.ID -- Pertemuan tertutup dilakukan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, dengan Ketua DPR, Bambang Soesatyo. Dalam pertemuan tersebut, keduanya bertukar pikiran dan membahas persoalan negara.

Salah satu poin pembicaraan yang dibahas adalah mengenai biaya penyelenggaran pemilu yang mahal. Sehingga sangat banyak mengahabiskan uang negara. Misalnya saja di 2004 menghabiskan uang Rp 3 trilun. Kemudian di 2009 menjadi Rp 8 triliun. Bahkan yang lebih fantastis lagi pada 2014, yang menghabiskan Rp 15 triliun. Terakhir di 2019 Rp 25 triliun lebih.

“Saya prihatin. Karena kalau begini terus, bangkrut kita, dan kita bisa menjadi negara sakit di Asia. Kalau menjadi negara sakit, bisa apalagi kita,” ujar Hendropriyono di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/7).

Mantan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan‎ Indonesia (PKPI) ini menambahkan, dalam kurun waktu 72 tahun, Amerika Serikiat dan Rusia sudah jadi negara adidaya. Sementara di Indonesia sudah 74 tahun masih seperti ini.

“Saya katakan itu pemborosan uang, dan potensi kecenderungan perpecahan di masyarakat sangat besar,” ungkapnya.

Sehingga hal ini perlu diubah. Masyarakat juga jangan sedikit-dikit meributkan hal-hal yang tidak penting. Apabila hal-hal tidak penting terus didengungkan, maka bisa terjadi polarisasi. Bahkan, kondisi itu sangat berimbas pada perekonomian bangsa.

“Contoh negara sakit yang saat ini adalah Venezuela, negara tersebut pernah menjadi negara terkaya di Amerika Latin. Sekarang mau makan saja susah,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...