Dosen Sosiologi UNM Gelar PKM Pelatihan Literasi Digital

Jumat, 12 Juli 2019 - 08:44 WIB

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Dosen Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNM mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2019.

Program kali ini digelar dengan mengangkat tema ‘Pelatihan Literasi Digital Pada Komunitas Mata Literasi Bagi Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Gowa’, di Cafe Cini-Cini Movie, Kabupaten Gowa. Jumat, 12 Juli

Gelaran tersebut dihadiri Ketua Tim Pengabdi Idham Irwansyah, S.Sos.,M.Si yang juga selaku Ketua Prodi Sosiologi FIS UNM didampingi anggotanya Mario SM, S.Sos.,M.Si. Dalam sambutannya, Idham menyampaikan pentingnya literasi digital di era industri 4.0.

“Pelatihan ini setidaknya bisa meningkatkan kemampuan literasi anak-anak muda dalam menggunakan media sosial. Memposting konten yang positif dan tidak menyebarkan berita palsu apalagi informasi menyesatkan,” ujarnya.

Selain itu ketua Prodi Sosiologi FIS UNM ini menyampaikan rasa terima kasih pada Komunitas Mata Literasi Kab. Gowa atas kesediaannya menerima Tim kami melaksanakan Pelatihan Ini. Kami menilai bahwa masalah literasi adalah tanggung jawab bersama baik kampus, komunitas dan masyarakat umum.

Kegiatan ini mengundang pembicara Pegiat Literasi Sopian Tamrin dan Muhajir MA. Dalam materinya, Sopian menjelaskan literasi digital bukan semata masalah nasional melainkan masuk dalam prioritas isu global.

“Terbukti dengan roadmap UNESCO menjadikan literasi digital sebagai masalah utama yang harus diselesaikan dalam jangka kurun waktu 2017-2020,” ujarnya dosen sosiologi UNM ini.

Sopian menekankan jika literasi digital adalah sebuah keharusan dalam mengatasi masalah komunikasi virtual. “Data APJII lebih dari separuh penduduk Indonesia menggunakan internet,” ujarnya.

“Dari kondisi ini maka literasi digital satu tanggung jawab pencerdasan masyarakat agar bisa menjaga konten media sosial yang sehat. Kita tiba di era smartphone maka masyarakatnya juga harus smart,” tambahnya.

Sementara Muhajir MA memberi tips-tips menjadi bijak dalam menyaring informasi di internet agar tetap sehat ber-media sosial. Karena bagi Muhajir, bijak dalam mengoperasikan teknologi dan informasi adalah salah satu hal terpenting dalam literasi digital.

“Cek pengarang dari informasi tersebut, verifikasi kebenaran informasinya melalui berita terkait, jika berasal dari portal online maka cek alamat kantor dan struktur redaksi medianya. Jika seluruhnya tak ada maka patut diragukan. Pun jika kontennya mengandung unsur provokatif sudah perlu dicurigai,” tandas praktisi media itu. (rls/bay)