Ini Capaian Kemenkumham Sulbar Bidang Layanan Hukum

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Selama semester 1 tahun 2019, Kemenkumham Sulbar telah mengharmonisasi 17 Ranperda dan membahas 18 naskah akademik produk hukum daerah di Sulawesi Barat.

“Dari 17 Ranperda tersebut, 13 dari kabupaten Majene, dan untuk naskah akademik 16 dari Pemkab Mamuju, ” kata Kepala Divisi Pelayananan Hukum dan HAM Kemenkumham Sulbar, Sri Yuliani, (Jumat, 12 Juli 2019). Menurutnya, saat ini ada 11 orang perancang peraturan perundang undangan yang siap membantu Pemda memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu.

“Juga telah ditunjuk tiga Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di Mamuju dan satu di Polewali Mandar. OBH dan paralegal tersebut telah dilakukan bimtek peningkatan kapasitasnya,” kata Sri. Untuk peningkatan kesadaran hukum masyarakat sudah dilakukan penyuluhan hukum dan mendorong pemda membentuk desa sadar hukum.

Untuk indikasi geografis, sarung khas Sulbar “Lipaq Saqbe” telah resmi terdaftar sebagai indikasi geografis. Sementara pisang “loka pere” dari Majene dan Kopi Mandar dari Kabupaten Polewali Mandar masih dalam tahap pengkajian.

Untuk kekayaan intelekual (KI) lainnya, 14 permohonan hak cipta dari lembaga dan perseorangan telah disertifikatkan. “Sementara 13 permohonan merek juga telah didaftar melalui Kenkumham Sulbar, dan satu di antaranya telah disahkan melalui penerbitan sertifikat,” bebernya.

Wanita berjilbab ini juga menyampaikan telah dibentuk centra kekayaan intelektual di Poltekkes Kemenkes di Mamuju, Juni lalu. Untuk pembinaan layanan Informasi hukum telah dilakukan pembinaan kepada anggota jaringan dokumentasi informasi hukum nasional di Sulawesi Barat oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham Jakarta.

Dibidang HAM, Kabupaten Mamuju, Majene, Polman dan Pasangkayu sudah mendapat predikat peduli HAM dari Menkumham. Sementara Kabupaten Mamuju Tengah dan Mamasa sedang dilakukan pendampingan. “Penerimaan Negara Bukan pajak (PNBP) melalui layanan fidusia on line, per 12 Juli, sebesar Rp1.097.050.000, meningkat dari tahn 2018 sebesar Rp730 juta,” bebernya. (hms)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...