Kalimantan Timur Lebih Unggul Jadi Ibukota Baru

Jumat, 12 Juli 2019 - 10:33 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendukung rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Kandidat kuat ibu kota yang baru yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Dari sisi infrastruktur, Kaltim dinilai sudah cukup mumpuni.

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan perusahaan telah memiliki sederet portofolio di Kalimantan Timur. Untuk itu, wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan juga memberikan peluang WIKA dari sisi kontruksi, maupun investasi di bidang properti. Saat ini WIKA menjadikan investasi sebagai arah bisnis masa depan perusahaan untuk mendapatkan pendapatan berulang (recurring income).

“WIKA sudah kuat dari segi industri, baik baja, beton, maupun aspal yang kemudian menyokong konstruksi dan infrastruktur sebagai bisnis utamanya. Sehingga kapan saja, Pemerintah butuh, kami siap untuk berada di barisan terdepan untuk terlibat dalam misi besar tersebut,” ungkap Tumiyana beberapa waktu lalu.

Masuknya Kaltim sebagai kandidat ibukota baru, merupakan cerminan provinsi ini memiliki banyak potensi pembangunan. Pihaknya pun siap ambil bagian dalam mempersiapkan ibukota baru dari segi infrastruktur di berbagai sektor.

Portofolio WIKA di Kaltim, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 2×50/60 MW di Kaltim, dan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan (SAMS) sebagai pintu masuk. Saat ini WIKA juga tengah mengerjakan Pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda yang akan menjadi jalan tol pertama di Kalimantan.

Di Kalimantan Tengah pun WIKA memiliki portofolio infrastruktur. Tumiyana mengatakan perusahaan tengah mengerjakan pembanguna jembatan Tumbang-Samba yang menjadi jembatan terpanjang lintas tengah Kalimantan.

Saat ini pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 88,44% dan ditargetkan akan selesai pada November 2019. Jembatan Tumbang-Samba akan menghubungkan jalur lintas tengah Kalimantan dan diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang memililki kelapa sawit, karet dan pertambangan.

Jembatan sepanjang 823 meter tersebut dibangun dengan menggunakan teknologi Modified Network Tied Arch Bridge yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia. (gus/jpg/aci)