Perkawinan Anak Tertinggi Terjadi di Sulbar

Jumat, 12 Juli 2019 - 20:46 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Perkawinan anak tertinggi terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar). Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjukkan persentase pernikahan anak usia dini di Sulbar di atas rata-rata nasional. Mencapai 19,4 persen.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin mengungkapkan hal tersebut. Angka itu harus ditekan. Ini demi mencegah beragam persoalan yang akan muncul kelak. “Perkawinan anak merupakan pelanggaran hak anak. Ini berarti juga melanggar HAM,” ujarnya, Jumat, (12/7/2019)

Menurut Lenny, pernikahan usia muda akan memberi dampak kurang baik. Bagi perempuan dari segi kesehatan, akan menimbulkan problem.

“Di antaranya risiko kematian saat melahirkan dua kali lebih besar, kontraksi rahim juga tak optimal, serta berpotensi mengalami kerusakan otak janin dan gangguan tumbuh kembang bayi karena kekurangan yodium,” ucapnya.

Selain Sulbar, mayoritas provinsi tanah air dengan pernikahan anak rata-rata persentasenya masih di atas nasional. Daerah itu di antaranya Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Selatan. “Ada pun pertumbuhan nasional pernikahan anak mencapai 11,2 persen,” kata Lenny. (rdi)