Pulang Natal


Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID– Ini tidak penting. Juga tidak menarik. Apalagi juga tidak menyangkut nasib kita sama sekali.Namun setahun sekali saya ingin menulis yang beginian. Bukan untuk dibaca, hanya untuk ditulis.Bahwa pesta bisa membawa bencana.Bahwa semangat bisa juga menjerumuskan.Bahwa di atas angin ada angin yang lebih besar.Contohnya ini yang terlalu jauh: Deutsche Bank. Bank terbesar di Jerman. Salah satu yang terbesar di dunia.Empat tahun terakhir rugi terus. Ganti CEO terus.Untuk mengatasi keadaannya yang terus memburuk. Begitu sering ganti CEO. Empat kali dalam empat tahun.CEO yang sekarang, Christian Sewing, sudah pula kehilangan waktu 1,5 tahun. Usahanya belum berhasil.Saat diangkat April tahun lalu Christian sebenarnya sudah punya jalan keluar: Deutsche Bank pasti bisa diselamatkan.Sesakit-sakit Deutsche Bank tetaplah bank raksasa. Sakitnya orang kaya raya. Uangnya masih sangat banyak. Pun kalau tidak nama dan reputasinya tetap besar.Christian menggunakan kekuatan itu untuk menemukan jalan pintas: beli saja bank yang sangat besar dan masih baik. Sekaligus seperti menemukan pedang bermata dua: bisa memperbaiki tampilan Deutsche Bank sekaligus memperbesarnya.Setahun lebih pembicaraan merger itu dilakukan. Yang diincar adalah Commerzbank AG.Bank nomor dua terbesar di Jerman.Yang asetnya 462 miliar Euro. Atau hampir Rp 5 ribu triliun.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar