Tersangka Tuding Ada Caleg yang Menyuruh Gelembungkan Suara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sentra Gakkumdu Sulsel telah menetapkan tujuh orang tersangka penggelembungan suara pada pemilihan legislatif (pileg) kemarin.

Mereka mengaku dibayar oleh Caleg nomor 5 Partai Golkar, Rahman Pina, dan caleg yang diambil suaranya dari Partai Golkar juga nomor urut 1, Imran Tenri Tata Amin.

Mereka yang menjadi tersangka adalah Umar (Ketua PPK Kecamatan Panakkukang), Adi (Ketua PPK Kecamatan Biringkanaya). Keduanya berperan lalai dalam pengawasan saat pelaksanaan penghitungan perolehan suara pemilu sehingga penetapan suara tidak sesuai antara C1 dari TPS dengan DAA1 yang dikeluarkan oleh PPK.

Tersangka selanjutnya Fitri (PPS Kelurahan Panaikang) yang berperan meminta kepada penginput untuk mengubah suara dengan cara mendapatkan imbalan. Sedang Rahmat (operator KPU Kecamatan Biringkanaya) bertugas mengubah suara dari inputan dan mendapatkan upah berupa uang.

Lalu Ismail (PPS Kecamatan Panakkukang) tugasnya mengubah suara yang pada formulir DAA1, Firman (PPK Biringkanaya), dan Barliansyah (KPPS Kelurahan Karampuang).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan dugaan terjadinya tindak pidana pemilu. Kecurangan dilakukan dengan cara melakukan penambahan suara terhadap salah satu calon legislatif tertentu pada saat dilakukannya rekap perolehan suara pada tingkat PPS dan kecamatan.

Kata dia, ada salah seorang tersangka yang mengakui menambah suara Rahman Pina. Dan itu baru satu orang saja. Dan, dia bertugas sebagai operator di Kecamatan Biringkanaya yang mengaku bahwa dia dikasih uang untuk menambah suara RP. Namun, besarannya belum bisa didetilkan oleh penyidik.

“Meski begitu, bukan berarti Rahman Pina belum bisa ditetapkan sebagai tersangka, bukan tidak bisa. Karena kita masih menunggu alat bukti yang lain,” katanya kepada FAJAR Jumat (12/7/2019). (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...