Dari Nyanyian Jumras, Petinggi Nasdem Ikut Terseret Kasus “Minta Proyek”

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Panitia Angket mengebut pemeriksaan pihak yang disebut dalam persidangan. Termasuk petinggi Partai Nasdem Sulsel.

Dua pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel ikut terseret dalam kasus dugaan minta proyek yang diselidiki Panitia Angket DPRD Sulsel. Keduanya yakni, Bendahara DPW Nasdem Sulsel, Ferry Tandiari dan Ketua Bappilu Nasdem, Irfan Jaya.

Sebelumnya, mantan kepala Biro Pembangunan Setda Pemprov Sulsel, Jumras yang menjadi terperiksa persidangan Panitia Angket, mengungkap dua kontraktor meminta proyek.

Jumras menyebut dua nama kontraktor tersebut yakni, Agung Sucipto alias Anggu dan Ferry Tandiari. Ferri ini tak lain bendahara DPW Nasdem Sulsel.

Panitia Angket sudah menyurati kedua kontraktor ini untuk menghadiri persidangan sebagai terperiksa pada Senin, 15 Juli. Selain itu, panitia angket juga akan memeriksa Ketua Bappilu Nasdem Sulsel, Irfan Jaya di hari yang sama.

Sekretaris Panitia Angket DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan, pemeriksaan itu untuk mendengar keterangan mereka secara langsung, karena namanya disebut oleh Jumras. "Kami akan konfrontir dengan statement Jumras," kata Selle, kemarin.

Panitia Angket tak hanya memeriksa kontraktor dan kader Nasdem Sulsel. Mereka juga akan melakukan konfrontir antara Jumras dan Kepala Bapenda Sulawesi Selatan, Andi Sumardi Sulaiman.

Konfrontir pernyataan ini dianggap penting, sebab Jumras mengaku Sumardi menghubunginya untuk melakukan pertemuan di Cafe Mama yang berada di Jl Bau Mangga. Kata Jumras, untuk melakukan pertemuan dengan Sumardi, Agung, Fery, dan Irfan Jaya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...