Diperiksa Soal Kasus Novel, Komjen Iriawan: TPF Cuma Cari Sensasi

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID -- Tim pencari fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan mendapat kritik dari Mantan Kapolda Metro Jaya. Itu setelah TPF mengaku pernah memeriksa Komjen Mochammad Iriawan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Pemeriksaan berlangsung dua bulan lalu di kantor Iriawan yakni Lemhanas. Komjen Iriawan atau biasa disapa Iwan Bule menegaskan, sebenarnya dirinya tidak menjalani pemeriksaan. “Enggak ada diperiksa. Itu ngobrol-ngobrol santai. Saya enggak tahu apa-apa, tapi itu yang diangkat ke media,” kata dia, kepada JPNN.com (grup FAJAR), Sabtu (13/7/2019). Seharusnya, kata Iwan Bule, TPF menelusuri pelaku penyerangan secara runtut dari bawah. Bukannya malah mendatangi dirinya dan menanyakan pertemuan dengan Novel. Iwan berpendapat tindakan itu bagian dari TPF untuk mencari sensasi dengan menggunakan dirinya sebagai orang yang diperiksa. “TPF telusuri dong, cari pelakunya, jangan datang ke sini cuma nanya ketemu Novel terus itu yang dibesarin. Itu namanya sensasi,” tegas Iwan Bule. Iwan Bule yang cukup berpengalaman di dunia reserse ini lantas meminta agar TPF bekerja sesuai dengan tujuan pembentukannya, yakni mengungkap pelaku penyiraman. “Kalau belum bisa mengungkap pelakunya jangan memberitakan hal yang keluar dari substansi tujuan dari pada dibentuknya TPF,” imbuh Iwan. Iwan Bule menambabkan, pengakuan TPF tentang pemeriksaan itu bisa membuat asumsi berbeda di masyarakat. Seolah-olah dirinya terlibat dalam aksi penyiraman air keras. “Ini enggak baik, orang yang enggak tahu akan berpikir saya terlibat. Kasihan keluarga saya. Anak dan adik kandung saya sampai menangis. Ini kan namanya menjatuhkan nama baik saya. Selama saya benar, saya akan lawan semuanya. Bila perlu, saya siap berkorban nyawa untuk kebenaran,” pungkas Iwan Bule. (jpnn)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan