Kabinet Jokowi Tidak Semua Menteri Bakal Wajah Baru

  • Bagikan
Istana Kepresidenan Bogor. (Dok Radar Bogor/Jawa Pos Group)

Kedua, kata dia, presiden mempunyai hak menentukan calon menteri yang akan membantunya selama lima tahun. Hak presiden selanjutnya adalah menentukan sumber rekrutmen menteri. Apakah dari parpol, birokrat, TNI, Polri, pengusaha, atau calon menteri dari organisasi kemasyarakatan (ormas). “Sumber rekrutmen menjadi hak prerogratif presiden,” tegasnya.Selain itu, kata dia, Jokowi berhak menentukan formula komposisi menteri. Berapa persen dari parpol dan berapa persen dari nonparpol. Formulanya bisa 50:50 persen atau 70:30 persen. Hak prerogatif kelima presiden adalah melantik menteri.Lukman menyatakan, bagi PKB, dari mana pun menteri yang ditunjuk, baik parpol maupun nonparpol, mereka harus ahli dan profesional.Di tempat terpisah, Wasekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengutarakan, penentuan menteri akan dibahas Jokowi dengan para ketua umum parpol. PDIP mempunyai banyak kader yang siap menjadi pembantu presiden. “Kami serahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.Pos Ekonomi Perlu Menteri ProfesionalPengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi memprediksi, Jokowi bakal membuka ruang lebih besar bagi para profesional untuk masuk kabinet. Opsi itu diambil karena Jokowi sudah punya kalkulasi politik sendiri. “Koalisi Jokowi saat ini jauh lebih solid dibanding 2014,” paparnya.Dia menyebut beberapa sosok profesional yang layak masuk kabinet. Di antaranya, Erick Thohir dan Ketua Kadin Rosan P. Roeslani. “Dua sosok itu cukup layak.”

  • Bagikan