Kabinet Jokowi Tidak Semua Menteri Bakal Wajah Baru

  • Bagikan
Istana Kepresidenan Bogor. (Dok Radar Bogor/Jawa Pos Group)

Dia mengusulkan beberapa pos kementerian untuk diisi menteri dari kalangan profesional. Misalnya, menteri bidang ekonomi; menteri pendidikan dan kebudayaan; menteri riset, teknologi, dan pendidikan tinggi (ristekdikti); serta menteri koperasi dan usaha kecil dan menengah (UMKM). Bidang-bidang tersebut harus diisi kalangan profesional yang jauh dari kepentingan politik praktis.Di sisi lain, Ari menambahkan, Jokowi tidak bakal mengabaikan partai koalisi. Dia memprediksi, pengisian kursi menteri dari kader parpol dilakukan secara proporsional. Artinya, partai dengan suara besar berkesempatan mendapat jatah kursi menteri lebih banyak. “Itu masuk akal karena melihat sumbangsih parpol dalam pemenangan Jokowi-Ma’ruf,” imbuhnya.Lebih jauh dia menyatakan bahwa tidak perlu ada penambahan kementerian baru. Kementerian saat ini dinilai cukup ideal. Yang perlu dilakukan, lanjut Ari, adalah menguatkan fungsi dan peran kementerian yang sudah ada. Untuk pengembangan ekonomi kreatif, misalnya, sudah ada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). “Tinggal fungsinya dikuatkan. Taruh orang yang tepat di pos yang tepat,” tegasnya.Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati juga sependapat bahwa bidang ekonomi perlu mendapat perhatian lebih besar. Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cenderung stagnan, yaitu berkisar pada angka 5 persen. “Dikomparasikan dengan besarnya angka pencari kerja baru, pertumbuhan ini belum cukup,” ungkapnya.Tim ekonomi nanti harus mampu menjawab persoalan tersebut. Khusus bidang ekonomi, papar dia, yang menangani harus sosok-sosok profesional yang kompeten dan berintegritas. Memercayakan tim ekonomi dan bidang teknis lainnya kepada kalangan profesional akan jauh lebih baik. (jpc)

  • Bagikan