Kepala BKD Sulsel: Mutasi 193 Pejabat Tanggung Jawab Saya

Minggu, 14 Juli 2019 - 10:17 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Sahrun Said. (INT)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Sahrun Said angkat bicara terkait mutasi 193 pejabat Sulsel. Dia menegaskan bahwa peristiwa yang sempat bikin heboh itu merupakan tanggung jawabnya. Dia pun meyakinkan bahwa persoalan itu sudah selesai.

“Saya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap masalah mutasi di Pemprov Sulsel. Mutasi sudah clear. Sudah selesai. Semua pihak sudah terlibat. Tim terpadu pun sudah membicarakan hingga final,” jelas Asri di salah satu Warung Kopi di jalan Boulevard, Minggu pagi (14/7/2019).

Di tempat yang sama, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya, polemik mutasi pejabat di lingkup Pemprov Sulsel sudah selesai. Khususnya mutasi 193 pejabat di lingkup Pemprov Sulsel.

Dia juga menjelaskan, koordinasi antar pimpinan di Pemprov Sulsel berjalan baik dan sesuai aturan tata pemerintahan. “Gubernur, Wakil Gubernur, dan saya sebagai Sekretaris Provinsi, saling mendukung. Gubernur dan Wakil Gubernur adalah pimpinan kami. Kami mau Sulsel bergerak lebih cepat,” kata Hayat.

Dikatakan, tidak ada hal yang membuat para pimpinan di Pemprov Sulsel saling menyudutkan. “Saling menghormati. Tidak ada yang menyudutkan,” tegasnya.

Dia juga mengklarifikasi terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan telah terjadi dualisme kepemimpinan di lingkup Pemprov Sulsel.
“Sama sekali tidak ada itu dualisme kepemimpinan di lingkup Pemprov. Hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur sampai saat ini sangat harmonis dan mesra. Segala hal yang terkait kebijakan senantiasa dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan sangat baik,” kata Hayat.

Hayat juga berharap, ke depan masyarakat lebih paham bahwa apa yang dilakukan Gubernur dan Wagub Sulsel seluruhnya demi kepentingan masyarakat Sulsel.

“Ini komitmen tegas Pak Gubernur dan Wagub dalam setiap pembicaraan mereka berdua. Sekali lagi, tak ada itu dualisme kepemimpinan, yang ada adalah saling sinergi dan saling menguatkan untuk kejayaan Sulsel ke depan,” tandasnya. (*)