Alvien Lie: Maskapai Tak Wajib Jalankan Keharusan Turunkan Tiket

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengadu kepada Ombudsman, terkait Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106/2019 yang mengatur mengenai tarif batas atas dan bawah harga tiket pesawat. Anggota Ombudsman, Alvien Lie menyatakan kebijakan Kementerian Perekonomian memaksa maskapai menurunkan tarif tiket merupakan kebijakan tidak mengikat. Artinya jika maskapai sanggup maka boleh melaksanakan. Namun kalau tidak sanggup maka tidak ada kewajiban untuk menjalankan. ”Tidak ada peraturan perundang-undangan yang dilanggar airlines,” ucapnya, akir pekan lalu (13/7). Dia menyatakan kebijakan tersebut bukan merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan maskapai. Menurut Alvin, hal ini adalah pemaksaan kehendak oleh Kemenko Perekonomian. ”Perhatikan TBB dan TBA. TBB adalah 35 persen dari TBA,” tuturnya. Hal itu memaksa makapai low cost carrier (LCC) pasang harga pada 50 persen dari TBA. Menurut Alvin hal ini menunjukkan bahwa Menko Perekonomian, mengabaikan titik impas maskapai yang seharusnya berada pada 70 persen TBA untuk tingkat keterisian 65 persen.
Bangun SDM, Jokowi Jamin Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Modus Oknum Pegawai Bank CIMB Niaga Tilep Uang Nasabah Rp1 Miliar Siap-siap Kredibilitas Pakar Senior Tercoreng
Dia juga mengigatkan, untuk membuat peraturan perundang-undangan ada tahapan yang wajib dilakukan. ”Termasuk mempertimbangkan kepentingan subyek yang diatur seperti INACA dan airlines,” ungkap Alvin. Alvin menceritakan bahwa saat INACA sudah mengadukan ke Ombudsman dugaan maladministrasi dalam penerbitan KM106/2019 yang menurunkan TBA.
  • Bagikan