Amien Rais Setuju Rekonsiliasi, Setelah Baca Surat dari Prabowo

Senin, 15 Juli 2019 - 17:17 WIB
Ketua ‎Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta istilah people power tidak perlu digunakan lagi. (Jpnn/JPG)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akhirnya membaca surat dari Ketua Umum Partai Gerindra. Surat itu tiba sehari sebelum Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Prabowo Subianto, (12/7).

Amien Rais membeberkan salah satu isi dari surat yang diberikan Prabowo Subianto tersebut, yakni mengenai keutuhan bangsa‎ Indonesia.

“Isinya, kemungkinan 13 Juli, jadi esok harinya akan ada pertemuan dengan Pak Jokowi. Dalam surat itu, Prabowo menulis, ‘Bagi saya Pak Amien kepentingan lebih besar yaitu keutuhan bangsa, NKRI, dan lainnya. Itu lebih saya pentingkan’,” ujar Amien Rais di DPP PAN, Jakarta, Senin (15/7).

Selanjutnya di surat tersebut, Prabowo Subianto menginginkan bertemu dengan dirinya di Jakarta. Namun sampai saat ini Amien belum melakukan pertemuan dengan mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Setelah pertemuan dengan Jokowi, saya akan temui Pak Amin, bisa di Jakarta atau di Jogja,” kata Amien menirukan surat tersebut.

Mantan Ketua MPR itu juga membeberkan kepada awak media, di dalam surat yang ia terima itu tidak ada pembicaraan mengenai bagi-bagi kursi pemerintahan antara Presiden Jokowi dengan Partai Gerindra. “Tidak sama sekali. Saya sampai hapal kok isi suratnya,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Amien juga menuturkna, dirinya setuju dengan pertemuan dua tokoh bangsa tersebut untuk menyatukan bangsa. Menyatukan masyarakat yang sempat terpolarisasi akibat Pilpres 2019. “Saya 1000 persen setuju, dalam arti bangsa ini harus utuh enggak boleh pecah,” katanya.

Namun demikian, Amien tidak setuju bila pertemuan dua mantan calon presiden pada Pilpres 2019 itu bertujuan untuk membagi-bagi kursi kekuasaan. Karena bila akhirnya bagi-bagi kursi. Untuk apa adanya kompetisi memperbutkan kepala negara.

“Rekonsiliasi itu sangat lucu kalau dalam wujud bagi-bagi kursi itu namanya bukan rekonsiliasi tetapi ya bagi-bagi kursi, ada aibnya, ada negatifnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta. Mereka juga sempat menjajal MRT dari Lebak Bulus menuju Stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7).

Dalam pertemuan itu, Jokowi dan Prabowo juga sepakat mengakhiri istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’. Mereka sepakat mengedepankan persatuan untuk kemajuan Indonesia‎. (jpc)