AS Setuju Beri Visa Negosiator Nuklir Iran, Javad Zarif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON– Amerika Serikat akhirnya memberikan visa kepada Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif untuk menghadiri pertemuan PBB di New York minggu ini, dua sumber yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan pada hari Minggu (14 Juli), mengatakan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo telah menyetujui keputusan.

Seandainya Pompeo tidak menyetujui pemberian visa kepada Zarif, diplomat top Iran dan negosiator nuklir itu, bisa menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat sedang berusaha mengisolasikan Republik Islam lebih lanjut dan mungkin menutup pintu menuju diplomasi, sebagaimana dilansir channelnewsasia, Senin, 15 Juni.

Ketegangan AS-Iran semakin memburuk sejak Presiden AS, Donald Trump memutuskan membatalkan perjanjian nuklir 2015 tahun lalu, di mana Iran setuju untuk mengurangi program atomnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi yang melumpuhkan ekonominya.

Mereka telah mengambil beberapa perubahan menjadi lebih buruk dalam dua setengah bulan terakhir, setelah Trump bertindak menghilangkan ekspor minyak Iran sepenuhnya karena kekhawatiran AS tentang program nuklir dan rudal serta kegiatan regional.

Sejak keputusan itu, telah terjadi dua set serangan terhadap tanker di Teluk yang Washington tuduh pada Teheran meskipun ada penolakan, dan Iran telah menjatuhkan pesawat tak berawak AS yang mendorong rencana untuk serangan udara pembalasan AS yang tiba-tiba dibatalkan.

Pada 24 Juni, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan Zarif akan dipukul dengan sanksi AS minggu itu, sikap yang tidak biasa karena Amerika Serikat biasanya tidak mempratinjau keputusan seperti itu untuk menjaga targetnya dari memindahkan aset keluar dari yurisdiksi AS.

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa, Washington telah memutuskan untuk menunda daftar hitamnya saat ini.

Memberlakukan sanksi pada kepala negosiator Iran akan menjadi tidak biasa, karena itu dapat menghalangi upaya AS untuk menggunakan diplomasi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dengan Teheran.

Misi Iran untuk PBB mengatakan, Zarif telah tiba di New York, di mana ia akan menghadiri pertemuan menteri di PBB tentang tujuan pembangunan berkelanjutan, yang bertujuan untuk mengatasi masalah termasuk konflik, kelaparan, kesetaraan gender, dan perubahan iklim pada tahun 2030.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...