Kapal Senggol Crane Pelabuhan Semarang, 1 Orang Luka

Senin, 15 Juli 2019 - 10:28 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semarang, Jateng akan berkoordinasi dengan PT Pelindo III untuk memastikan kelancaran pelayanan kapal di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pasca insiden kapal MV Soul of Luck yang menyenggol crane di Semarang, sekitar pukul 17.10 WIB, Minggu (14/7).

Adapun insiden tersebut terjadi setelah terjadi trouble pada kapal tunda milik anak perusahaan PT Pelindo III yang memandu kapal tersebut. Akibat kejadian tersebut, 1 unit Container Crane no 3 roboh dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kapal MV Soul of Luck yang diageni oleh PT Layar Sentosa menyenggol crane di dermaga TPKS sehingga satu unit Container Crane 3 ambruk. Ada korban luka ringan satu orang yaitu operator head truk yang langsung dibawa ke rumah sakit Panti Wilasa Citarum,” kata Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid dalam keterangan resmi, Minggu (14/7).

Kapal kontainer berbendera Panama dengan registrasi IMO 9148647 tersebut berlayar dari Pelabuhan Port Klang Malaysia pada tanggal 11 Juli 2019 dan tiba di Pelabuhan Semarang 14 Juli 2019 pukul 17.10 WIB.

Menurut Wahid, insiden tersebut melibatkan kapal tunda KT Jayanegara 304, KT Jayanegara 201 yang dioperasikan oleh PT PMS, anak usaha PT Pelindo III sebagai induk usaha jasa pelayanan kapal (pandu tunda) dan kapal berbendera Panama, kapal MV Soul of Luck. Sehingga kapal kargo berbobot GT 16.915 dengan panjang 168.05 meter serta lebar 27 meter ini menyenggol struktur crane di dermaga yang mengakibat crane roboh.

Wahid mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan PT Pelindo III sebagai induk usaha perusahaan jasa pandu tersebut.

“Saya mengimbau kepada seluruh penyedia layanan jasa transportasi laut untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan pelayaran, sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang berisiko,” tutur Wahid.

Meskipun demikian, Wahid memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan seperti biasanya meski lokasi kejadian sudah disterilkan.

“Saat ini lokasi kejadian telah disterilkan namun layanan kepelabuhanan terus berjalan seperti biasanya. Kami akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut,” tutup Wahid.

Sekadar informasi, TPKS melayani pelayaran domestik dan internasional atau ekspor dan impor. Tetapi, aktivitas ekspor dan impornya masih mendominasi dibandingkan dengan aktivitas domestik. Adapun komoditas-komoditas ekspor Jateng yang paling tinggi adalah garmen, furnitur dan kayu.

Sementara itu, komoditas-komoditas impor Jateng tertinggi melalui TPKS antara lain tekstil dan bahan tekstil. Selain itu, impor komoditas seperti makanan dan bibit-bibit tumbuhan juga ada yang melalui terminal ini. (sen)