Malam Berduaan di Kamar Hotel, Ngapain Ya?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LEBAK – Delapan pasangan bukan suami istri terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polres Lebak dan Polsek Rangkasbitung, di dua hotel di pusat Kota Rangkasbitung, Banten, Sabtu (13/7) dini hari.

Mereka kemudian digelandang polisi ke Mapolsek Rangkasbitung untuk didata dan diberikan peringatan.

Kepala Satresnarkoba Polres Lebak, AKP Endang Sugiarto menyatakan, operasi penyakit masyarakat dilaksanakan setiap malam. Sasarannya minuman keras, tempat kos-kosan, hotel, balapan liar, dan narkoba.

Kegiatan tersebut merupakan upaya Polres Lebak untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang resah dengan praktik mesum, yang dilakukan pasangan bukan suami istri di kamar hotel dan tempat kos-kosan.

Lagu Perdana Abigail Langsung Jadi Soundtrack Web Series

Raffi Ahmad Banyak Utang, Merry: Untung Istrinya Enggak Dicicil

Djokovic Genggam Gelar Kelima Wimbledon

“Dari operasi di dua hotel, kami berhasil mengamankan delapan pasangan bukan suami istri. Mereka sedang berduaan di dalam kamar hotel. Setelah ditanyakan identitas keduanya, mereka tidak bisa menunjukkan bukti pasangan suami istri,” kata Endang, Senin (15/7).

Pasangan bukan suami istri tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Rangkasbitung. Di sana, mereka didata dan diberikan pembinaan. Bahkan mereka diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya tersebut.

“Praktik prostitusi di hotel dan kos-kosan telah meresahkan masyarakat dan menimbulkan imej negatif bagi daerah. Apalagi Lebak dikenal sebagai kota seribu pesantren dan madrasah. Untuk itu, kita ingin ke depan tidak ada lagi praktik prostitusi di hotel di Lebak,” ujarnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...