Siap-siap, Balapan Formula E Digelar di Jakarta Tahun Depan

Senin, 15 Juli 2019 - 07:59 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ada kabar baik warga Jakarta. Pada 2020 Ibu Kota ini akan menjadi tuan rumah ajang balap mobil bergengsi kelas dunia, Formula E. Kabar itu disampaikan mantan Mendikbud itu di laman akun media sosialnya (facebook dan instagram).

“Sebuah proses negosiasi dan persuasi yang panjang itu telah menemukan sebuah akhir yang indah. Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020,” ujar Anies, Minggu (14/7).

Hal ini dipastikan Anies selepas menghadiri World Cities Summit di Medellin, Kolombia. Lantas langsung terbang ke New York, Amerika Serikat (AS) untuk menuntaskan negosiasi dengan lembaga pengelola Formula E. Di situ didapati penilaian bahwa Jakarta lebih dari layak menjadi salah satu tuan rumah balap mobil kelas dunia tersebut.

Formula E merupakan turnamen balapan terpopuler kedua sesudah Formula 1. Bedanya dengan Formula 1, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik sehingga bebas emisi. Diadakan di jalan raya yang diubah jadi sirkuit sementara.

View this post on Instagram

Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di tahun 2020. Selepas World Cities Summit di Medellin, langsung terbang ke New York untuk tuntaskan negosiasi dengan lembaga pengelola Formula E. Formula E adalah turnamen balapan terpopuler kedua sesudah Formula 1. Bedanya dengan F1, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik, dan diadakan di sirkuit jalan raya. Sejak tiga bulan lalu persiapan pertemuan ini telah dilakukan. Tim dari Formula E juga sudah datang khusus melakukan uji lapangan di Jakarta pada 8-9 Juli lalu. Karena Jakarta berkompetisi dengan kota dunia lainnya, maka semua dikerjakan dengan tertib dan tak banyak bicara. Puncak pertemuan dibuat tanggal 13 Juli 2019, bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E. Bernegosiasi dengan Alexandro Agag dan Alberto Longo, para pemimpin tertinggi Formula-E yang juga legenda dunia balap mobil. Walau baru bertatap muka kali ini, tapi kami langsung akrab seakan sudah kenal lama. Suasana negosiasi berlangsung serius, dengan bahan lengkap sudah disiapkan, namun tetap santai dan bersahabat. Di ujungnya kita bersepakat, Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah. Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung. Tak terkira banyaknya juga adalah penonton dari dalam negeri. Yang tak kalah penting adalah manfaat pergerakan ekonomi pun akan dirasakan. Menurut preliminary study, satu event balapan di Jakarta ini akan menggerakkan perekonomian hingga lebih dari 78 juta Euro, atau Rp 1,2 T. Ini adalah kesempatan bagi kesejahteraan, lapangan kerja dan usaha bagi warga Jakarta. InsyaAllah! Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, perjuangan panjang dari seluruh jajaran DKI dan tim telah membuahkan hasil. Bersyukur bahwa ada banyak kota besar dunia berusaha, tapi Jakarta yang berkesempatan. Pada dunia kita kirimkan pesan: Jakarta bukan cuma pemain domestik, Jakarta siap menyongsong, siap sejajar dan makin bersinar di antara megapolitan dunia, dan insya Allah akan makin kokoh hadir di orbit global. Mari Jakarta, kita bersiap jadi tuan rumah laga kelas dunia!

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Pertemuan Anies dengan pengelola Formula E telah direncanakan sejak tiga bulan lalu. Dan disepakati pertemuan dilakukan 13 Juli 2019 kemarin, bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E. Tim dari Formula E juga sudah datang khusus untuk melakukan uji lapangan di Jakarta pada 8-9 Juli lalu. Mengingat Jakarta juga berkompetisi dengan kota-kota besar dunia lainnya untuk menjadi tuan rumah.

Sementara itu, pembicaraan lewat telepon sendiri sudah dilakukan sejak lama. “Semua dikerjakan dengan rapi, teliti, tertib dan tak banyak bicara. Jadwal dan rute perjalanan ditata dengan baik. Semua bahan telah disiapkan,” imbuh Anies.

Dalam pertemuan kemarin Anies bernegosiasi langsung dengan para pemimpin tertinggi Formula E, diantaranya Alexandro Agag dan Alberto Longo. Negosiasi berlangsung serius, namun juga berlangsung santai, hangat dan bersahabat. Materi pun telah disiapkan secara lengkap. Di akhir pembicaraan akhirnya disepakati bahwa Jakarta dianggap lebih layak dari kota-kota lainnya.

Siap-siap Kredibilitas Pakar Senior Tercoreng

Begini Suasana Video Detik-detik Ilham Arief Sirajuddin Tinggalkan Lapas

Aljazair Hadapi Senegal di Final Piala Afrika 2019

“Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung,” lanjut Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut, terpilihnya Jakarta menjadi tuan rumah Formula E akan berdampak pada pergerakan ekonomi. Sebab, ajang ini akan menarik penonton dalam dan luar negeri.

Menurut preliminary study, satu agenda balapan di Jakarta ini akan menggerakkan perekonomian Ibu kota mencapai 78 juta Euro, atau setara Rp 1,2 triliun. Secara tidak langsunh, maka lapangan usaha maupun lapangan kerja akan semakin terbuka untuk masyarakat.

Terpilih Jakarta sebagai tuan rumah Formula E, lanjut Anies, merupakan buah kerja panjang dari seluruh jajaran pemprov DKI. Terlebih adanya persaingan dengan kota besar lainnya membuat kerja ini semakin berat. Oleh sebab itu, rakyat perlu berbangga diri karena usaha itu akhirnya berbuah hasil. “Mari Jakarta, kita segera bersiap jadi tuan rumah laga kelas dunia!,” pungkasnya. (jp)