Siap-siap Kredibilitas Pakar Senior Tercoreng

Senin, 15 Juli 2019 - 07:50 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tim Pakar Investigasi Kasus Novel Baswedan bentukan Polri akan mengumumkan hasil kerja mereka pada Selasa (16/7). Laporan itu diharapkan mampu mendorong kasus tersebut terungkap. Setidaknya, dengan bisa menetapkan tersangka dalam kasus yang terjadi lebih dari setahun lalu.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menjelaskan, tim pakar ini terdiri dari berbagai ahli dalam bidangnya. Bahkan pengalamannya banyak yang menjadi tim pencari fakta, seperti Hermawan Sulistyanto, yang pernah menjadi tim pencari fakta kerusuhan 1998.

”Dengan kemampuan dan pengalaman itu, tentunya laporan itu harusnya mampu mendorong menemukan pelaku. Penetapan tersangka juga,” tuturnya.

Bila saat diumumkan itu ternyata tidak mampu mendorong menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, maka kredibilitas dari para senior itu tentunya akan dipertanyakan. Bahkan, mereka akan tercoreng karena tidak membantu masyarakat dalam menemukan kebenaran dalam kasus ini. ”Masyarakat antikorupsi jadi akan bertanya-tanya, mereka ngapain dibayar jadi tim pakar,” terangnya.

Begini Suasana Video Detik-detik Ilham Arief Sirajuddin Tinggalkan Lapas

Aljazair Hadapi Senegal di Final Piala Afrika 2019

Menteri Susi Pudjiastuti Lepas 173.800 Ekor Benih Lobster

Boyamin menjelaskan, yang juga penting, saat laporan tim pakar investigasi ini tidak membuat kasus terang benderang, maka bisa jadi tim bentukan kapolri ini hanya merupakan lips service atas desakan masyarakat untuk mengungkap kasus. ”Hanya untuk meredam hasrat mengetahui kebenaran,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, dampak yang lebih serius akan muncul bila kasus Novel Baswedan ini masih tidak terungkap. Kondisi ini mengharuskan Presiden Jokowi untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Sebab, tim pakar investigasi bentukan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian saja belum mampu mengungkap kasus. ”Maka, laporan itu harus mampu mengungkap pelaku,” tegasnya.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, saat ini sedang dipelajari laporan tersebut. Penyerahan laporan itu dilakukan Selasa lalu, maka Selasa besok akan diumumkan oleh Polri. ”Tim Pakar Investigasi bersama Kadivhumas,” jelasnya.

Soal ditemukan pelaku atau penetapan tersangka, dia mengaku semua itu akan terjawab saat laporan tersebut diumumkan. Yang pasti, Polri juga berhasrat untuk segera menuntaskan kasus Novel Baswedan.

”Agar secepatnya bisa sampai ke penghujung proses penegakan hukum,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut. (jpnn)