Dosen PNUP Sulap Gula Merah Tebu Batok Jadi Gula Cair dan Recengan

Selasa, 16 Juli 2019 - 16:11 WIB
FOTO: ISTIMEWA

Fajar.co.id — Setelah melakukan penyuluhan akan manfaat gula merah tebu di Desa Latellang, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat dari tim Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang bergerak kembali pada Sabtu-Minggu (13-14/07/2019).

Mereka melakukan aktivitas pengabdian yang didanai oleh DRPM Ristekdikti tahun 2019 melalui pelatihan diferensiasi produk gula merah tebu batok menjadi gula cair dan gula recengan.

Gula merah tebu selama ini kurang komersil dibandingkan dengan gula aren, sehingga harga jualpun cukup rendah. Melalui skim PKM ini, tim pelaksana memberikan pelatihan pembuatan gula cair dan gula recengan yang dikombinasikan dengan ekstrak jahe dan ekstrak pandan.

“Penambahan ini, akan mengurangi aroma tebu yang biasanya dikeluhkan konsumen, sehingga aromanya perpaduan jahe maupun pandan dengan tebu tentunya akan lebih wangi dibandingkan hanya gula merah tebu saja,” tutur Yasser sebagai ketua pelaksana PKM.

Kebutuhan akan gula merah cukup besar, peningatan perminataan biasanya ketika menjelang hari raya, sementara itu pemanfaatan gula merah sebagai pemanis akan lebih aman dibandingkan dengan pemanis buatan atau sintetis.

“Dari tingkat gizi sesuai SNI 01-3437-1995 untuk gula palma, gula merah tebu lebih baik dibandingkan dengan gula merah lainnya dimana nilai kalorinya lebih rendah yaitu 356 mg dalam setiap 100gram gula, sedangkan gula merah lainnya lebih tinggi,” tutur Andi Iqbal sebagai anggota pelaksana pada skim PKM ini.

Selain itu, tim juga melakukan pula pelatihan pengelolaan keuangan sederhana untuk memberikan pengetahuan kepada mitra mengenai penetapan harga produksi dan penjualan serta dilakukan pula pendampingan pemasaran online via website yang dibangun oleh tim pelaksana agar jangakuan pemasaran gula merah cair dan gula recengan lebih luas pangsa pasarnya.

Harapan pelaksanaan PKM ini agar kelompok usaha gula merah dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya serta mampu menjadi sentra produksi pengolah gula merah tebu yang lebih produktif melalui variasi produk dengan tingkat jual yang lebih tinggi. “Kami harapkan produk diferensiasi ini dapat menjadi produk unggulan dari desa Latellang,” tambah Yasser di akhir pelatihannya. (rls)