Jelang Akhir Masa Jabatan, Anggota DPRD Maros Boyong Keluarga Studi ke Bandung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Jelang akhir masa jabatan, sekitar 34 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros “pelesiran” ke Bandung. Bahkan, beberapa anggota dewan ini memboyong serta keluarganya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Maros, Noralim mengatakan semua anggota DPRD Maros di tiga komis tengah melakukan konsultasi di Bandung untuk penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Misalnya komisi 1 sedang mengonsultasikan Ranperda Pencabutan Atas Tambang Mineral Batubara dan Logam, komisi 3 mengonsultasikan tentang Ranperda Penyusunan APBD dan Program Kerja, sedangkan komisi 3 tentang Ranperda Sistem Perlindungan Perempuan.

“Jadi masing-masing komisi sedang mengonsultasikan Perdanya yang belum selesai sebelum masa akhir jabatan mereka berakhir,” katanya.

Untuk anggaran perjalanan dinas konsultasi Perda, kata dia, sekitar Rp300 juta untuk lima hari kerja.

Menyoal adanya anggota dewan yang memboyong keluarganya, dia menyebutkan bahwa biayanya tidak ditanggung Pemerintah Daerah.

“Kalau ada yang membawa keluarga itu tidak menjadi tanggungan Pemerintah Daerah. Itu biaya pribadi mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam membenarkan bahwa saat ini anggota dewan tengah studi ke Bandung.

Dari 35 anggota Dewan, kata dia, masih ada satu orang yang tidak berangkat yakni anggota Komisi 2. “Jadi ada anggota dewan Komisi 2 yang standby di kantor,” katanya.

Dia mengatakan, anggota DPRD hanya dua hari di Bandung dan dua hari di Jakarta. Anggota DPRD lainnya yang berangkat, kata dia, tengah melakukan konsultasi di Kementerian berbeda-beda.

“Jadi kita ke Bandung, karena di sana menetapkan Perda tersebut. Sehingga kita mengambil contohnya di Bandung lalu ke Kementerian konsultasinya. Kita berharap semoga sebelum masa jabatan berakhir Ranperda ini bisa ditetapkan jadi Perda nantinya,” katanya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment