KPK Pecat Pegawai yang Kawal Idrus Marham

Selasa, 16 Juli 2019 - 13:27 WIB
Juru bicara KPK Febri Diansyah (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberhentikan pengawal tahanan yang mendampingi terpidana kasus suap PLTU Riau-1, Idrus Marham. Sebelum diberhentikan, pengawal tahanan itu sempat diperiksa terlebih dahulu oleh Direktorat Pengawasan Internal KPK.

“Pimpinan memutuskan saudara M pengawal tahanan tersebut diberhentikan dengan tidak hormat, karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana yang diatur di Peraturan tentang Kode Etik KPK dan aturan lain yang terkait,” kata Juru Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Selain memberikan sanksi pemecatan, lembaga antirasuah juga melakukan pengetatan terhadap izin berobat tahanan. Menurut Febri, seluruh pengawal tahanan juga telah dikumpulkan untuk diberikan pengarahan tentang disiplin dan kode etik.

“Hal ini sekaligus sebagai bentuk upaya pencegahan yang dilakukan secara terus menerus. KPK akan terus melakukan pengetatan aturan dan tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apapun,” ujar Febri.

IAS: Penjara Bisa Memberikan Manfaat bagi Orang yang Tidak Bersalah

Huawei Siapkan OS Harmony dan Hongmeng, Pecat Ratusan Karyawan di AS

Jokowi Siapkan Jatah Menteri Milenial, Nasdem Sodorkan Anak Surya Paloh

Febri menegaskan, proses pemeriksaan dan penelusuran informasi terkait kasus ini dilakukan sendiri oleh Direktorat Pengawasan Internal. Dalam proses itu, pihak pengawasan internal memeriksa sejumlah pihak dan mempelajari bukti elektronik.

“Direktorat Pengawasan Internal KPK juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugasnya terus akan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran yang terjadi,” ungkap Febri.

Sebelumnya, Ombudsman Jakarta Raya menyatakan terdapat sejumlah tindakan maladministrasi terkait proses pengeluaran dan pengawalan tahanan rutan cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Idrus Marham.

Diketahui pada Jumat (21/6) silam Idrus keluar dari tahanan untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center Jakarta. Menanggapi hal itu komisi antirasuah bakal mempelajari hasil pemeriksaan yang berujung pada kesimpulan maladminstrasi itu. (jp)