Kuota Rumah Subsidi Nyaris Ludes, Pengembang di Sulsel Resah

Selasa, 16 Juli 2019 - 10:04 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Kuota pembiayaan rumah subsidi yang disiapkan pemerintah diprediksi akan habis bulan ini. Kondisi ini meresahkan para pengembang perumahan bersubsidi yang sudah telanjur berinvestasi.

Wasekjen DPP REI, Arief Mone menuturkan sejumlah pengembang daerah sejak dua bulan terakhir memang sudah menyampaikan keresahan terkait defisitnya kuota rumah subsidi. Bahkan pihaknya sebenarnya memprediksi sejak empat bulan lalu, kuota yang disiapkan pemerintah tidak akan cukup.

“REI sudah prediksi Juli akan habis. Untuk FLPP, pemerintah hanya sanggup siapkan anggaran untuk 78 ribu unit. Sementara secara nasional saja REI target 250 ribu. Sebenarnya BTN siap menambah lewat skema subsidi selisih bunga (SSB) tetapi jaminan anggaran dari pemerintah belum ada,” bebernya.

Kondisi defisit kuota ini bila ditarik ke Sulsel juga akan sama. Tingkat backlog sekitar 300 ribu hunian sementara dibangun rata-rata di kisaran 25 ribu unit. Itupun tidak bisa diserap habis. Dengan sisa 250 unit kuota rumah subsidi di Sulsel, Juli ini pasti akan habis.

“Pengembang ini kasihan yang sudah berinvestasi. Beberapa daerah sudah teriak bakal gulung tikar. Makanya bila tidak ada upaya dari KemenPUPR sampai akhir Juli ini, DPP REI akan temui Presiden Jokowi. Kami minta ada tambahan lagi di atas 100 ribu unit,” bebernya.

Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq menambahkan segmen rumah subsidi ini memang diharap jadi perhatian pemerintah. Apalagi segmen rumah subsidi ini masih jadi pendorong sektor properti karena segmen komersil belum begitu cerah di pasaran. Dan masih jadi jualan utama REI Sulsel.

“Tentu akan jadi masalah bila rumah sudah siap, calon penerima sudah siap. Tetapi tidak bisa akad karena kuota habis. Harapannya ada solusi pemerintah,” bebernya.(fik)