Penyederhanaan Cukai dalam PMK Dinilai Ancam Pabrik Rokok Kecil

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mochamad Maksum Mahfoedz mengaku akan menolak jika ada rencana memberlakukan kembali penyederhanaan dan penggabungan batas produksi cukai pada PMK yang akan datang.

“PMK No 146 Tahun 2017 batal diberlakukan per Januari 2019 karena penolakan dari berbagai pihak di masyarakat, salah satunya PBNU,” ucapnya, Selasa (16/7).

Maksum meminta pemerintah bersikap adil dalam mendengarkan pendapat berbagai pihak.

Pasalnya, pemberlakuan simplifikasi dan penggabungan akan berdampak luas kepada berbagai pihak.

“Termasuk dalam kelompok pekerja pabrik, petani tembakau, buruh yang berjumlah 6,2 juta orang, serta konsumen tembakau itu sendiri yang adalah nahdiyin,” tambahnya.

Pabrik rokok kecil akan menjadi yang terkena dampak paling besar jika penggabungan dilakukan.

Akibat dari penggabungan, pabrikan kecil tidak memiliki cara selain selain menaikan harga.

Pabrik rokok kecil yang memiliki buruh terbatas juga harus membeli pita cukai lebih mahal sebelum produknya dijual ke pasar.

Hal itu akan membuat konsumen lari ke produk lain yang mungkin dimiliki pabrikan besar.

Bocorkan Desain APBN 2020, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Digaji Rp6,5 Miliar per Minggu, De Gea Bertahan di MU

Gempa Hari Ini-BMKG Catat Getaran hingga Lombok dan Jatim

“Begitu (ada) kenaikan cukai (akibat penggabungan), pabrik kecil tidak punya bargaining power yang cukup kuat terhadap pabrik besar”, tegasnya.

Sebelumya, anggota Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kodrat Wibowo mengatakan, penyederhanaan cukai tembakau akan berpotensi menimbulkan akuisisi-akuisisi perusahan kecil oleh perusahaan besar.

Hal tersebut menyebabkan pelaku usaha berkurang dan mengarah pada oligopolisasi.

“Jika ada peraturan yang memengaruhi persaingan usaha dan berpengaruh pada berkurangnya jumlah pelaku usaha, ini warning bagi kami,” ujar Kodrat.

Seperti diketahui, pada tahun lalu penggabungan batas produksi SPM dan SKM serta penyederhanaan struktur tarif cukai yang tercantum dalam PMK 146 tahun 2017 telah dicabut melalui PMK 152 tahun 2018. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...