Premium di Tarakan Dihapus, Picu Inflasi

FAJAR.CO.ID, TARAKAN-- Pasokan premium yang ditiadakan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di darat, membawa dampak positif dan negatif pada pembangunan dan kehidupan masyarakat Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Lantas, apakah penghapusan BBM jenis premium lebih memberikan dampak positif atau negatif di Kota Tarakan?

Wali Kota Tarakan, Khairul mengungkap, penghapusan telah sesuai dengan usulan pemerintah kepada Pertamina. Sebab, mayoritas penyaluran premium dinilai tidak tepat sasaran. Premium seharusnya dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah.

“Tapi faktanya, yang menggunakan premium ini kebanyakan masyarakat lain, bahkan ada mobil dinas, mobil orang kaya, dan sebagainya, sehingga tidak tepat sasaran. Kami sarankan bukan meniadakan, tapi tidak dijual di SPBU, tapi di tempat tertentu yang khusus melayani itu,” tegasnya, Selasa (16/7).

Dia pun menegaskan penghapusan premium bukanlah usulan pemerintah Kota Tarakan. “Tapi dari Pertamina. Sebenarnya saran kami agar tepat sasaran saja,” katanya.

“Kami pun di Pemkot tidak menggunakan premium, saya sudah instruksikan kepada Pemkot agar menggunakan Pertalite, supaya orang yang berhak benar-benar dapat menggunakan haknya,” pungkasnya.

Pengamat ekonomi, Margiyono menjelaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah selalu menghadirkan dua dampak, yakni positif dan negatif. Penghapusan premium memiliki dampak positif yakni bertujuan mengamankan posisi APBN.

Maka penghapusan premium akan memperkuat APBN, sebab akan meningkatkan kualitas belanja yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif. “APBN yang dibelanjakan untuk hal-hal yang sifatnya dibagi-bagi, ini pemerintah punya keleluasaan untuk mengalokasikan kepada sektor-sektor atau pos belanja yang lebih menguntungkan secara ekonomi, sosial atau politik,” jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...