Atasi Jerawat dengan Kulit Durian

Rabu, 17 Juli 2019 - 12:48 WIB
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Acne atau jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang membuat orang tidak percaya diri. Jerawat timbul disebabkan bakteri propionibacterium acne, staphylococcus aureus, dan staphylococcus epidermidis.

Banyaknya obat antijerawat dan produk kosmetik bahan sintetik yang dapat menimbulkan iritasi, sehingga untuk mengurangi efek samping tersebut, dikembangkan produk berbasis bahan alam berupa gel dari ekstrak kulit durian (durio zibethinus murr) yang lebih aman dan efektif untuk mengobati jerawat.

Pengembangannya dilakukan oleh tiga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar, Andi Tendriani Safitri, Nur Adiratna, Sakiah Drajat didampingi dosen Stifa, Ismail SFarm MSc dalam program kreativitas mahasiswa.

Kulit durian mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolik, alkaloid, steroid, saponin, dan sedikit senyawa golongan terpenoid yang mampu menghambat bakteri penyebab jerawat. Ekstrak etanol kulit durian diujikan terhadap bakteri propionibacterium acne dan staphylococcus aureus secara in vitro dengan variasi konsentrasi untuk melihat aktivitas antibakterinya.

Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi. Proses ekstraksi dilakukan selama 3 kali 24 jam sambil sesekali diaduk. Ekstrak yang diperoleh diuapkan hingga membentuk ekstrak kental.

Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit durian dilakukan dengan metode difusi agar terhadap bakteri propionibacterium acne dan staphylococcus aureus dengan beberapa variasi konsentrasi (10 persen, 15 persen, dan 25 persen) kemudian dipilih konsentrasi yang paling optimal dari ekstrak yang akan dikombinasi kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri. Evaluasi sediaan gel antijerawat meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji homogenitas.

Konsentrasi 10 persen dari ekstrak diformulasikan dalam bentuk sediaan gel antijerawat dengan variasi konsentrasi gelling agent karbomer 940 FI (0,5 persen) F2 (1 persen) dan F3 (1,5 persen). Menunjukkan F2 memiliki stabilitas dan efektivitas sediaan gel antijerawat yang paling optimal dibandingkan dengan formula yang lain.

“Bentuk sediaan gel lebih baik digunakan pada pengobatan jerawat dari pada bentuk sediaan krim karena sediaan gel dengan pelarut yang polar lebih mudah dibersihkan dari permukaan kulit setelah pemakaian dan tidak mengandung minyak yang dapat meningkatkan keparahan,” ujar Tendriani.(ind/dni)

Loading...