CEO Gojek Calon Menteri, JK: Indonesia Butuh Entrepreneur Ketimbang Birokrat

Rabu, 17 Juli 2019 - 09:45 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemilihan calon menteri muda dari kalangan profesional di kabinet mendatang harus lebih cermat. Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengingatkan, beberapa tokoh muda justru lebih baik berada di luar pemerintahan. Salah seorang di antara mereka, CEO Go-Jek, Nadiem Makarim yang sempat didorong publik agar dipertimbangkan sebagai calon menteri.

Hal itu disampaikan JK setelah menerima Nadiem di kantor wakil presiden kemarin (16/7). Menurut dia, Nadiem sudah terbukti baik di bidangnya. Namun, tidak berarti orang yang baik di satu bidang bisa menguasai bidang lain pula. ”Menurut saya, biar generasi muda seperti Nadiem ini justru dibutuhkan di luar (pemerintahan),” terangnya.

Menurut JK, tidak mudah mencari sosok seperti Nadiem yang kiprahnya sudah merambah ke Asia Tenggara. ”Kalau menteri, kan terbatas perannya,” lanjut JK. Apalagi, saat ini bangsa Indonesia lebih memerlukan entrepreneur ketimbang birokrat.

Bomber Baru Madrid Terobsesi Kehebatan Gocekan Ronaldo

Polri Sebut Jaringan JI Sudah Mulai Gabung Parpol

PSM vs Persebaya: Tekad Akhiri Tren Buruk

JK juga meminta masyarakat tidak asal dalam mengusulkan tokoh untuk masuk ke pemerintahan. ”Jangan justru anak muda yang sukses di bisnis didorong-dorong menjadi birokrat di pemerintah. Justru lebih penting dia di sini (luar),” tutur mantan Menko Kesra itu.

Apakah pembahasan itu juga dibicarakan dengan Nadiem, JK tersenyum seraya mengatakan tidak. Menurut dia, Nadiem hanya membicarakan soal perkembangan Go-Jek dan permintaan saran. Khususnya bagaimana dia bisa ikut berperan dalam mengembangkan transportasi di DKI Jakarta dan kota-kota lainnya. Juga pengembangan usaha kecil menengah.

Sementara itu, Nadiem menyatakan bahwa pertemuan dirinya dengan JK hanya berfokus membahas peran Go-Jek untuk Jakarta. ”Bagaimana Go-Jek bisa membantu dengan multimoda transportasi di DKI Jakarta,” terangnya. Sasaran akhirnya adalah peningkatan kualitas transportasi publik di ibu kota. (jp)