Di Hadapan Publik Tercinta, Praveen/Melati Malah Beri Kejutan Buruk

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Baru hari pertama Blibli Indonesia Open bergulir, badminton lovers Indonesia langsung mendapat kejutan. Kejutan buruk, tepatnya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tersingkir. Unggulan ketujuh itu kalah oleh pasangan Jerman yang levelnya jauh di bawah mereka, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich. Pramel—sebutan mereka—kalah straight set 20-22, 14-21 kemarin.

Itu mengulang capaian mereka tahun lalu. Yang juga kandas di babak pertama. Tapi karena prestasi mereka tahun ini sudah jauh lebih baik, semua tentu berharap mereka mampu tampil selayaknya pasangan peringkat 6 dunia. Bahkan pelatih Richard Mainaky menyiapkan mereka jadi juara. Dengan drill khusus untuk menghadapi pasangan Tiongkok.

Evaluasi besar-besaran langsung dilakukan oleh asisten pelatih ganda campuran, Nova Widianto. Mereka bertiga terlibat pembicaraan intens selama hampir 15 menit di depan ruang atlet. Dari ”interogasi” itu, Nova menyimpulkan bahwa mereka nervous berat. Terutama Melati, yang paling banyak membuat error sepanjang pertandingan.

”Kali ini paling parah tegangnya, terutama Meli (panggilan Melati). Kelihatan banget. Harusnya nggak gitu. Kalau diandalkan, mereka harus tanggung jawab. Bukan malah jadi beban,” omel Nova.

Dia menyebut, keduanya belum punya mental juara. Apalagi, pasangan ini punya kebiasaan meremehkan latihan-latihan kecil yang gampang tapi penting untuk mendongkrak performa.

”Komunikasi juga kurang. Kadang mereka belum bisa mengatasi rasa kesal,” kata Nova. ”Karakter juaranya belum ada. Seharusnya pas ketinggalan harus bisa mengatasi, pas partner jelek dan tegang tahu bagaimana cara mengkovernya,” ulas peraih perak Olimpiade Beijing 2008 itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...