Dicemooh Trump, The Squad Melawan

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:27 WIB

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON– Empat perempuan anggota Kongres AS menggelar konferensi pers Senin waktu setempat (15/7). Tujuan mereka jelas, secara resmi menanggapi cuitan Presiden AS, Donald Trump yang sedang viral. Cuitan yang bahkan membuat loyalis di Partai Republik angkat tangan.

Empat legislator tersebut adalah Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Ilhan Omar, dan Ayanna Pressley. Di lingkaran Capitol Hill, mereka lebih dikenal dengan julukan The Squad. Julukan tersebut muncul karena mereka punya prinsip politik yang sama.

Minggu lalu, Trump memang tak menyebut nama apa pun. Dia hanya mengungkapkan bahwa anggota kongres perempuan yang berpaham progresif seharusnya pulang ke tanah kelahiran mereka. Namun, banyak orang yang menyimpulkan bahwa yang dibidik ayah Ivanka itu adalah The Squad.

“Jangan terpancing dengan upaya pengalihan perhatian itu,” ujar Pressley seperti dikutip CNN.

Pasca unggahan di akun Twitter tersebut, banyak pihak menghujat Trump. Menurut mereka, pernyataan suami Melania itu rasis. Juga, faktanya, hanya satu di antara empat politikus perempuan tersebut yang lahir di luar negeri.

Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi mengatakan, Trump kembali melewati batas. Petinggi Partai Demokrat itu berjanji merespons tindakan tersebut. Sepertinya, Pelosi tak lagi menghiraukan konflik internalnya dengan The Squad setelah melihat cemoohan sang kepala negara.

“Moto Trump dari awal bukanlah Make America Great Again (Buat Amerika Kembali Hebat), melainkan Make America White Again (Buat Amerika Kembali Putih),” ujarnya sebagaimana dilansir Washington Post.

Sekutu Trump di Partai Republik pun langsung angkat tangan. Mereka menilai sikap Trump seakan mengabaikan fakta bahwa empat politikus tersebut merupakan warga AS yang sah. Mereka pun melabeli pernyataan Trump rasis. “Kita seharusnya mengalahkan mereka melalui perbuatan. Bukan dari keturunan,” ujar senator Republik Pat Toomey.

Komentar terjauh datang dari 14 ribu kilometer barat daya Washington. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern ikut menentang pernyataan Trump. “Biasanya, saya tak ikut campur dengan urusan politik orang lain. Tapi, jelas bahwa saya sama sekali tidak setuju dengan pandangan dia (Trump, Red),” ungkapnya kepada Radio New Zealand.

Di sisi lain, The Squad justru bersikap dingin. Mereka menganggap komentar Trump bukanlah hal baru. Masyarakat seharusnya lebih fokus untuk mengawasi keadaan pemerintah saat ini.

“Pemimpin lemah pasti meminta kesetiaan untuk menghindari debat. Dia (Trump, Red) sama sekali tak tahu bagaimana mempertahankan kebijakannya. Jadi, dia menyerang kami secara pribadi,” ujar Ocasio-Cortez kepada Agence France-Presse.

Trump juga bergeming. Dia mempersilakan The Squad keluar dari AS jika memang tak lagi se­nang di negara itu. Menurut dia, AS bukanlah lahan bagi pendukung paham komunis atau sosialis.

“Saya tak peduli. Banyak orang yang setuju dengan pendapat saya,” jawab Trump ketika ditanya pers mengenai komentar rasis tersebut. (jp)

Iran Klaim Lakukan Penyelamatan Kapal Tangker Asing

Sebut Politisi Wanita Pelacur di Telegram, Transkrip Bocor, Gubernur Didesak Mundur

Kapal Tanker UEA Hilang di Teluk Persia, Iran Langsung Disalahkan

Siapa Para Perempuan Itu?

Empat perempuan ini diserang Donald Trump karena warna kulit mereka. Ke-Amerika-an mereka dipertanyakan sang presiden.

Rashida Tlaib
Lahir: Detroit, AS, 24 Juli 1976
Mewakili: Distrik 13 Michigan
Keturunan: Palestina

Ilhan Omar
Lahir: Mogadishu, Somalia, 4 Oktober 1981
Mewakili: Distrik 5 Minnesota
Keturunan: Somalia

Ayanna Pressley
Lahir: Cincinnati, AS, 3 Februari 1974
Mewakili: Distrik 7 Massachusetts
Keturunan: Afrika-Amerika

Alexandria Ocasio-Cortez
Lahir: The Bronx, New York, AS, 13 Oktober 1989
Mewakili: Distrik 14 New York
Keturunan: Puerto Rico