DPP Nasdem Awasi Ketat Perilaku Legislatornya, Surya Paloh: Menjelekkan Teman, Saya Berhentikan

Rabu, 17 Juli 2019 - 18:47 WIB
Surya Paloh

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menegaskan, akan mengawasi secara ketat segala tindak tanduk dan etika berpolitik masing-masing anggota DPR. Menurutnya, yang harus diperjuangkan oleh para kader harus sesuai dengan semangat kekitaan dalam membangun kehidupan kebangsaan yang lebih baik.

“Perilaku saudara-saudara di anggota dewan diawasi ketat oleh pimpinan fraksi, bahkan oleh DPP,” tegas Surya saat memberikan pembekalan dalam Sekolah Legislatif Partai NasDem, di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

Salah satu perilaku baik dalam berpolitik yang ditekankan oleh Surya Paloh adalah tidak menjatuhkan satu sama lainnya.

“Marilah kita bekerja sepenuh hati, saling membesarkan hati, bukan mencari kekurangan dan kesalahan di antara kita. Saya melarang keras itu terjadi di anggota dewan kita,” ucapnya.

Paloh menambahkan, jika terjadi sebuah permasalahan, harus diselesaikan secara internal. Bahkan, sanksi tegas pun akan diberikan jika ada anggota DPR yang melakukan kesalahan.

“Masalah yang tidak pas, upayakan diselesaikan secara internal baik-baik, bukan keluar. Saya akan tegur, bahkan saya akan berhentikan jika ada anggota Nasdem yang hanya bisa menjelek-jelekkan rekan kerjanya,” tandas Surya.

Lebih lanjut dia juga mengingatkan kepada seluruh anggota DPR terpilih untuk memberikan output kinerja yang sesuai dengan tupoksi. Selain itu, diperintahkan juga kepada seluruh anggota dewan untuk terus membangun citra positif dengan menjalankan amanat rakyat.

“Arti kehadiran mereka, baik di DPR maupun DPRD untuk menjalankan fungi dan peran yang tidak terbatas sebagaimana diatur konstitusi, tapi lebih dari itu, yakni membangun persepsi publik. Harus ada output kinerja dan keteladanan yang bisa mereka bangun,” ujar Surya.

Pria brewok itu menegaskan, jika harus dijadikan sebuah kesadaran bersama oleh para anggota DPR terpilih yang merupakan kepanjangan tangan dari partai politik, dimana masyarakat memberikan harapan yang besar. Apalagi, masih adanya praduga dari sebagian masyarakat bahwa posisi, peran, da tugas yang diamanatkan belum sungguh-sungguh dijalankan.

“Nasdem ingin tegaskan tidak boleh seperti itu, harus ada perubahan persepsi publik. Dewan tidak kalah penting untuk membangun suri teladan baru. NasDem ingin melihat anggota dewan sebagai representasi partai untuk pelopor dengan bangun citra baru di periode ini,” tutup Surya Paloh. (rls-bay)