Pangdam Diponegoro: Jangan Sampai Prajurit dan PNS Hanya Ahli Menyiapkan Kopi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Menghadapi tantangan kedepan yang semakin kompleks, sebagai alat pertahanan negara, TNI membutuhkan prajurit-prajurit yang profesional. Profesionalisme itu hanya akan bisa dicapai bila prajurit terdidik dan terlatih dengan baik.

Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat upacara 17-an di Lapangan Makodam IV/Diponegoro, Rabu (17/7).

Menurutnya, kompleksitas tersebut menuntut TNI memiliki personel dan satuan yang adaptif. “Kita tidak boleh terlena dengan berbagai kemajuan teknologi tetapi harus dapat mengeksploitasinya demi kemajuan TNI,” terangnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa TNI tidak lagi dapat bersikap tertutup dari segala perubahan dan kemajuan yang ada. Upaya yang harus dilakukan ialah meningkatkan kemampuan dan wawasan setiap prajurit.

“Untuk itu, setiap Komandan Satuan bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya. Komandan Satuan adalah tumpuan setiap anggota dalam berbagai hal,” tuturnya.

Terkait dengan upaya mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, Panglima TNI berpesan agar para prajurit mewaspadai adanya upaya memecah belah, radikalisasi, maupun dampak negatif lainnya dari perkembangan lingkungan yang ada.

“Nilai-nilai luhur yang menjadi sendi-sendi pengabdian setiap prajurit TNI tidak boleh berubah. Ingat, Sapta marga, Sumpah prajurit dan Delapan wajib TNI harus mengalir dalam setiap hembusan nafas prajurit dimanapun berada dan bertugas,” tegasnya.

Mantan Kepala Staf TNI AU itu juga meminta prajurit untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Kemanunggalan itu merupakan urat nadi sistem pertahanan semesta.

“Sadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Diakhir amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk berdoa bagi keselamatan rekan-rekan prajurit yang hingga saat ini belum ditemukan, pesawat Helikopter MI-17 yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua.

Sementara Pangdam IV/Diponegoro mengatakan, prajurit Kodam IV/Diponegoro harus terus meningkatkan profesionalismenya dalam menjalankan setiap tugas. Pangdam juga mengapresiasi sekaligus mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dengan memberikan piagam penghargaan.

Dirinya berharap, apa yang telah diraih Kapendam IV/Diponegoro sebagai juara I lomba Karya Jurnalis tingkat TNI AD dan Dandim 0721/Blora juara I Dansatgas pada TMMD ke 104 bisa memacu semangat yang lainya untuk bisa menampilkan yang terbaik.

Jenderal bintang dua itu juga mengingatkan bahwa tuntutan reformasi birokrasi adalah organisasi yang efektif dan efisien. Konsekwensinya semua personel yang berada didalamnya harus profesional dibidangnya, bila tidak maka dia akan ditinggal.

“Kalau tidak ingin ditinggal, harus belajar dan terus berlatih. Jangan sampai prajurit dan PNS hanya memiliki keahlian menyiapkan kopi, tetapi juga harus bisa komputer,” pungkasnya. (sen)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...