Polri Sebut Jaringan JI Sudah Mulai Gabung Parpol

Rabu, 17 Juli 2019 09:36

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut Jawa Barat merupakan wilayah yang paling kuat pengaruh jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Hal itu berdasarkan hasil pendalaman dan mapping dari Tim Densus 88.“Untuk sementara ini, memang paling kuat di Jawa Barat. Pengaruhnya signifikan. Lalu di Jawa Tengah, dan sebagian di Jawa Timur. Kemudian di wilayah Sumatera, lalu ada di Kalimantan tidak banyak,” kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/7).Dedi mengatakan, selain melakukan pendekatan terhadap pengajian-pengajian, jaringan ini juga masuk ke dalam partai politik sebagai strategi penguatan organisasi untuk membentuk negara khilafah.“Itu bagian daripada new strategy-nya mereka. Mereka sudah mendesain pola-pola pergerakannya seperti itu,” ujar Dedi.Strategi pendekatan baru JI tidak lepas dari sentuhan dingin amir alias pemimpin JI yaitu Para Wijayanto, yang memiliki kemampuan akademis dan finansial yang kuat.Maka dari itu, strategi yang diterapkan JI pimpinan Para Wijayanto cenderung berbeda dengan kelompok lain. “JI fokus pada penguatan organisasi,” katanya.

PSM vs Persebaya: Tekad Akhiri Tren BurukFormula 1 2019: Ketat Persaingan Ferrari dan Red BullRambut Palsunya Kebesaran, Ternyata Isinya Setengah Kilo Kokain

Sebelumnya, Densus 88 mengamankan lima petinggi kelompok JI, salah satunya Para Wijayanto, di Bekasi, Jawa Barat.Selain itu, tim Densus juga berhasil meringkus istri Para Wijayanto, yakni Masitha Yasmin dan tiga orang lainnya, di antaranya yakni Bambang Suyono.

Komentar