Pria Lebih Sulit Move On

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Wanita merupakan sosok yang lebih peka. Namun, soal putus cinta, pria jauh lebih susah move on.

Hypnoteraphy, IR Henrikus SPsi MPd mengatakan, sulitnya pria untuk move on dikarenakan karakter pria yang cenderung susah mengekspresikan kesedihan yang dirasakannya.

Hal ini karena sejak dahulu, stigma yang telah tertanam di lingkungan masyarakat bahwa pria haruslah tegar dalam menghadapi masalah. Berbeda dari wanita yang memiliki kebebasan untuk melepaskan perasaannya sehingga dapat lebih mudah menyembuhkan hatinya. Padahal, stres ditinggalkan oleh pasangan memiliki tingkat presentase stres paling tinggi dibanding stres yang lain.

Dalam beberapa penelitian, fase post relationship, di hari-hari pertama putus cinta wanita lebih rentan merasa cemas dan marah bila teringat orang yang disayanginya. Mereka tidak mampu menahan lonjakan emosi untuk berbagi kesedihannya melalui jejaring media sosial. Tindakan ini membuat mereka hanya merasakan sakit hati di awal saja. Sementara pria, memiliki ego dan gengsi yang besar sehingga cenderung menahan emosi dan akhirnya muncul luka batin yang sulit dihilangkan.

Pria juga lebih cenderung tak bersosialisasi dengan lawan jenis. Berbeda dari wanita yang banyak besosialisasi kepada lawan jenis sehingga mudah mendapatkan pasangan baru. “Pria, dia mengendapkan perasaannya di bawah alam sadarnya akhirnya memengaruhi semua aspek kehidupannya,” ujarnya.

Bahkan, beberapa pria yang patah hati cenderung akan melakukan kekerasan. Baik itu melukai orang yang membuatnya putus cinta atau dirinya sendiri.

Namun, hal ini tak berlaku pada semua pria. Beberapa pria justru memiliki karakter yang sanguin. Mereka juga terbuka dengan teman-temannya, lebih mudah bersosialisasi dan menceritakan perasaan yang dialaminya. Pria seperti ini cenderung akan menghabiskan waktu dengan hura-hura bersama temannya untuk melepaskan sakit hatinya.

“Karakter ini tentu akan mendapatkan pasangan dengan lebih mudah, karena karakternya yang mudah berteman dengan siapa saja,” ujarnya.

Psikolog Klinis, Universitas Negeri Makassar, Widyastuti SPsi MPsi Psikolog mengatakan, pria yang susah move on disebabkan karakter mereka yang memilih pasangan dengan penuh kematangan. Ekspektasinya untuk bersama dengan pasangannya jauh lebih besar dibanding perempuan.

“Seperti kita ketahui sejak dahulu prialah yang mengejar wanita. Laki-laki lebih insiatif sehingga dia pikir betul-betul ketika akan menambatkan hatinya,” ujarnya.

Ketika apa yang diharapkannya dari pasangan justru tak berbuah baik, maka hal ini akan membuatnya susah move on dan akan lebih sulit lagi mencari pasangan baru. Bahkan, ketika mencari pasangan baru ia akan memilih wanita yang memiliki karakter yang sama dengan masa lalunya. (*)

*) Ambil Positifnya

Banyak yang mengatakan putus cinta akan membuatnya sulit melakukan berbagai hal. Namun, efek putus cinta juga bisa berpengaruh positif.

Hypnotheraphy, IR Henrikus SPsi MPd mengatakan, proses move on pria dibanding wanita mungkin akan lebih lama namun, tak berarti tidak ada gunanya.

Henrikus memaparkan hasil penelitian bertajuk “How Does The Brain React to a Rimantic Breakup” yang berhubungan dengan cara kerja otak setelah mengalami putus cinta.

Penelitian ini menemukan bahwa aktivitas otak pria meningkat di beberapa daerah yang berkaitan dengan motivasi, penghargaan, dan gangguan kondusif komplusif sehingga membuat daya juang pria menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

Peningkatan daya juang tersebut membuat pria menjadi lebih fokus memperjuangkan hal-hal lain yang belum ia capai sebelumnya. Misalnya, banyak pria yang lebih rajin olahraga setelah putus cinta. Lebih aktif bekerja untuk move on. “Mereka jadi lebih produktif setelah move on,” ujarnya.

Hal lain yang paling ampuh adalah dengan mencari pasangan baru. Dengan mencari pasangan baru maka akan membuatnya menemukan sosok untuk berbagi masalah dan kebahagiaan.

Psikolog Klinis, Universitas Negeri Makassar, WidyastutiSPsi MSi Psikolog menambahkan, hal yang paling utama adalah mengikhlaskan apa yang telah didapatkan. Ketika ikhlas, maka move on akan lebih cepat datang.

Hal lain yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan aktivitas yang disukai untuk menghibur diri dan bersosialisasi. Lebih banyak teman maka akan lebih cepat melupakan. Bagi beberapa pria yang introvert biasanya akan melakukan kegiatan yang sifatnya individualis, karena karakter yang tidak mudah berbagi perasaan dengan orang lain.

“Tingkat stres karena putus cinta cukup tinggi dari pada stres karena pekerjaan. Kalau pekerjaan cara menghilangkannya yah dengan menyelesaikan pekerjaannya. Kalau putus cinta, tidak semua orang bisa mengobati masalah hati,” ujarnya. (ind/dni)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...