RJ Lino Pelesiran ke Luar Negeri Bersama Politikus Terkenal, Ini Kata KPK

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:43 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mengetahui keberadaan tersangka kasus pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II, Richard Joost Lino. Hal ini diketahui setelah mendapati Lino pergi ke luar negeri bersama sejumlah politikus.

Berdasarkan unggahan foto di akun instagram milik politikus Partai Gerindra, Heri Gunawan (@herigunawan88), Lino tengah berada di dalam sebuah pesawat bersama sejumlah politikus. Mereka di antaranya, Heri Gunawan, politikus Partai Golkar, Misbakhun, politkus PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, politikus Nasdem, Akbar Faisal.

Foto tersebut diunggah pada 6 Juli 2019. Keterangan lokasi di unggahan itu tertulis bahwa mereka tengah berada di Dubai International. Oleh karena itu, KPK memastikan mengetahui keberadaan mantan Dirut PT Pelindo II itu.

“KPK pasti tahu dan jika diperlukan pemeriksaan sebagai tersangka, akan dilakukan pemanggilan. Tapi sekarang fokus kami adalah pemeriksaan sebagai saksi dulu terhadap pihak-pihak lain,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/7).

Febri menyampaikan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu apakah ada pencegahan ke luar negeri untuk Lino. Febri mengatakan, jika masa pencegahan RJ Lino ke luar negeri sudah habis dan tidak ada perpanjangan, maka pihaknya tidak bisa melakukan pelarangan.

Steve Emmanuel Divonis Penjara 9 Tahun

Saking Banyaknya, Miliaran Uang Berserakan Di Kamar Gubernur Kepri

Baja Domestik Terjepit Digempur Produk Tiongkok dan Vietnam

6 Perempuan dan 1 Laki-laki di Dalam Kamar, Warga Sudah Lama Resah

“Yang pasti begini, pelarangan ke laur negeri itu ada batas waktunya. Batas waktunya adalah enam bulan dan diperpanjang selama enam bulan. Kalau lebih dari itu, tentu KPK tidak bisa memaksakan pelarangan,” ucap Febri.

Untuk diketahui, KPK sempat mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri untuk Lino. Pencegahan itu dilakukan sejak 30 Desember 2015 selama enam bulan. Namun, belum ada pemberitaan lanjutan terkait pencegahan ke luar negeri untuk Lino.

Kasus ini sendiri sudah berumur hampir empat tahun sejak RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka pada 2015 lalu. KPK saat ini tengah fokus mengidentifikasi secara lebih rinci kerugian keuangan negara yang diakibatkan dari rasuah pengadaan QCC ini.

Kasus korupsi pengadaan QCC di Pelindo II sendiri bermula pada Desember 2015. Eks Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino terseret kasus rasuah di perusahaan pelat merah yang ia pimpin. KPK menetapkan Lino sebagai tersangka pengadaan tiga buah Quay Container Crane tahun anggaran 2010.

Lino disebut telah menunjuk PT Wuxi Huadong Heavy Machinery Ltd sebagai perusahaan penggarap proyek. Penunjukan perusahaan asal tiongkok itu dilakukan tanpa melalui proses lelang. Dia pun disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jp)