Sambil Menangis Istri Kedua Telepon Suami di Jumat Malam, Ternyata Seperti Ini

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:07 WIB

FAJAR.CO.ID, BANGLI – Ni Putu Martini, 43, perempuan warga Bangli, Bali, berupaya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun niatnya gagal lantaran sabuk yang dipakai sebagai tali pengikat putus.

Aksi nekat Ni Putu Martini pada Jumat (12/7) malam itu membuat heboh warga Banjar Kedisan, Desa Kedisan, Kintamani. Polisi dari satuan polisi perairan Bangli mendatangi rumah korban setelah menerima telepon permintaan pertolongan.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi menjelaskan, Martini sejak beberapa hari ini sering sedih. Itu karena dia merasa kecewa terhadap suaminya, I Nengah Warda, 45, yang masih berhubungan dekat dengan istri pertama.

“Sebagai istri kedua, Martini cemburu kepada istri pertama suaminya,” kata Sulhadi, Minggu (14/7).

DPRD Sulbar Kebut Tiga Perda Inisiatif

Polisi Sebar Selebaran Pencarian Politikus Gerindra, Kasusnya Ternyata Seperti Ini

PA 212 Kembali Gelar Ijtima Ulama, Kata Pengamat Seperti Ini

Lama memendam rasa, Martini tidak kuat. Dia menelepon suaminya dalam keadaan menangis, beberapa saat sebelum kejadian. Nengah Warda yang sedang berada di wantilan desa langsung beranjak ke rumah setelah mendengar tangisan istri di telepon.

Sampai di rumah, Nengah Warda kaget melihat Martini tersungkur dengan sabuk kuning berukuran 3 meter yang masih terikat di leher. Warda yang tampak kebingungan langsung bergegas ke pos polisi perairan dekat Dermaga Kedisan untuk minta tolong.

“Anggota kami langsung bergerak dan membawa korban ke Puskesmas Kintamani. Korban sudah sadar. Beruntung sekali saat korban di lantai itu masih bernapas. Korban selamat,” tegas Sulhadi. (jpnn)

Loading...