Sebut Politisi Wanita Pelacur di Telegram, Transkrip Bocor, Gubernur Didesak Mundur

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:09 WIB
Polisi mencoba menghalau demonstran/Getty Images/Screenshot

FAJAR.CO.ID, PUERTO RICO—Gubernur Puerto Rico berada di bawah tekanan besar untuk mengundurkan diri. Itu setelah komentar ‘seksis dan homofobik’ dalam percakapan teks dengan para pejabat bocor. Protes meletus setelah Center for Investigative Journalism menerbitkan lebih dari 800 halaman teks percakapan itu pada hari Sabtu waktu setempat.

Dalam obrolan di aplikasi perpesanan di Telegram, gubernur Rossello menyebut seorang politisi perempuan New York berlatar belakang Puerto Rico sebagai ‘pelacur,’ menggambarkan pelakunya sebagai ‘putri ab ****’ dan mengolok-olok seorang pria gemuk yang ia ajak berpose dalam sebuah foto.

Obrolan ini juga berisi referensi vulgar tentang homoseksualitas bintang Puerto Rico Ricky Martin dan serangkaian emoji jari tengah terangkat diarahkan ke dewan kontrol federal yang mengawasi keuangan pulau itu. Menyusul skandal itu, ribuan pemrotes berbaris di ibu kota untuk hari ketiga kemarin untuk menyerukan pengunduran diri Rossello.

Polisi mencoba membubarkan para demonstran dengan semprotan merica di depan kediaman gubernur Fortaleza, yang dilindungi oleh barikade. Para senat wilayah AS mengatakan mereka tidak merencanakan proses pemakzulan, namun asosiasi walikota yang berpengaruh dari partai pro-kenegaraan Rossello mengatakan dia telah kehilangan dukungan mereka.

Seniman Puerto Rico Benito A. Martinez Ocasio, yang dikenal sebagai Bad Bunny, dan Rene Perez, yang dikenal sebagai Residente, keduanya mengatakan di Twitter bahwa mereka berencana untuk kembali ke Puerto Riko untuk bergabung dalam demo. Larut malam tadi, Rossello merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa dia menghormati protes dan mempertimbangkan pesan mereka. (Metro/amr)