Setop Sebar Foto Hoaks Gempa Halmahera Selatan yang Mengerikan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Foto yang menggambarkan peristiwa pesisir pantai yang porak-poranda beredar di berbagai grup WhatsApp baru – baru ini.

Tampak rumah-rumah yang tinggal fondasi dan puing-puing bangunan berserakan tergenang air. Yang tampak berdiri kukuh hanyalah pohon-pohon kelapa.

Sebagian netizen menyebut foto itu merupakan kondisi setelah gempa di Halmahera Selatan pada Minggu, 14 Juli 2019.

Misalnya yang di-posting pemilik akun Facebook Nurikhela Bandang (fb.com/nurikhelaputri.bandang) pada Minggu malam (14/7). “Gempa Desa Tawa Halsel,” tulisnya.

Unggahan foto yang beredar di WhatsApp group dan Facebook itu memang janggal. Sebab, siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyebutkan bahwa gempa bumi teknotik di Halmahera Selatan tidak berpotensi tsunami.

Gempa dengan magnitudo 7,2 itu tidak terjadi di lautan, tetapi di daratan. Hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya 61 kali aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,8 dan magnitudo terkecil 3,1.

Informasi itu terus diperbarui hingga 15 Juli 2019 pukul 05.00 WIB. Anda dapat membaca keterangan BMKG di bit.ly/TakBerpotensiTsunami.

Terkait foto pantai porak-poranda yang beredar, Jawa Pos menemukan foto yang sama pada peristiwa di Pandeglang pada 2018.

Saat itu terjadi tsunami di wilayah pesisir barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan pada Minggu, 23 Desember 2018.

Peristiwa tersebut menewaskan 168 orang dan lebih dari 500 lainnya luka-luka, serta beberapa dinyatakan masih hilang. Anda dapat melihat foto asli di bit.ly/TsunamiDesember.

Koko Donald

Saraswati Cabut Gugatan untuk Partai Gerindra

Beredar Lagi Daftar Menteri Jokowi, Sulsel Tanpa Perwakilan

Badan Nasional Pananggulangan Bencana (BNPB) kala itu menginformasikan bahwa daerah terdampak merupakan kawasan wisata dan permukiman.

Di antaranya, lokasi sepanjang Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang, dan Carita. Saat tsunami terjadi, banyak wisatawan yang berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Sementara itu, Fajar.co.id juga memberitakan situasi dan kondisi di Halmahera Selatan setelah dilanda gempa bumi. Salah satunya memaparkan bahwa gempa dipicu sesar aktif Sorong-Bacan dengan mekanisme sesar geser.

Staf BPBD Kabupaten Halmahera Selatan, Iksan Subur mengatakan, guncangan sangat terasa di Kota Labuha.

“Dalam 30 menit, terjadi tujuh kali gempa,” tuturnya. Plh Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo menjelaskan, meski gempa tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan. Anda dapat membaca berita itu di bit.ly/7GempaSusulan. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar