Sudah 6 Orang Meninggal Akibat Gempa Halmahera Selatan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, HALMAHER SELATAN– Korban gempa 7,2 skala richter (SR) di Halmahera Selatan yang terjadi Minggu (14/7) terus bertambah. Dari semula cuma berjumlah dua korban jiwa, kini ada enam yang meninggal dunia berdasar laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Enam korban jiwa, lima di antaranya akibat terkena runtuhan bangunan. Sedangkan, satu orang lagi meninggal di pengungsian. Korban meninggal di pengungsian Desa Nyoyifi, Kecamatan Bacan Timur atas nama Saima berusia 90 tahun.

BNPB telah mengirimkan 1 unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan, seperti tenda keluarga dan barang lainnya. Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat Hercules yang tiba pada malam tadi (16/7).

Pemerintah setempat juga sudah membentuk pos komando untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha.

Secara total, BNPB menyebut ada enam korban jiwa, 51 orang luka-luka, dan 971 rmah rusak berat. Jumlah pengungsi juga bertambah dari 2000an jiwa menjadi total 3.100 jiwa. Ada tujuh fasilitas pendidikan rusak berat, tiga fasilitas peribadatan rusak, dan tiga jembatan rusak. (jp)

Barbie Ingin Damai, Kakak Fairus: Insyaallah Enggak Ada Cabut Laporan

Blibli Indonesia Open 2019: Fitriani Langsung Angkat Koper

Iran Klaim Lakukan Penyelamatan Kapal Tangker Asing

Berikut ini nama korban meninggal dunia pascagempa tersebut:

1) Ibu Aisyah (54 tahun), asal Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan
2) Aspar Mukmat (20 tahun), Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan
3) Sagaf Girato (50 tahun), Desa Yomen, Joronga
4) Aina Amin (50 tahun), Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan
5) Wiji Siang (60 tahun), Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan
6) Saima (90 tahun), asa; Desa Nyoyifi, Kecamatan Bacan Timur

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...