Ubah Lahan Jadi Madrasah

Rabu, 17 Juli 2019 09:01

Banyak lahan kakao tak berproduksi. Daripada menganggur, lahan itu dimanfaatkan.SIRAJUDDINSinjaiLahan yang dahulunya ditumbuhi tanaman kakao, kini telah berdiri gedung sekolah di atasnya. Kondisi seperti itu terlihat di Tompobulu, Kecamatan Bulupodo, Sinjai. Keputusan membangun gedung madrasah, karena tanaman di lahan itu tak lagi menghasilkan. Pemilik lahan menghibahkannya kepada sebuah yayasan.Alasan lainnya, siswa lulusan SMP sederajat di kampung itu banyak berhenti sekolah. Bukan karena tidak mau menuntut ilmu, melainkan jarak antara Desa Tompobulu ke sekolah sekitar 28 kilometer.Di sisi lain, produksi dan harga kakao kian anjlok. Pada masa kejayaannya dapat menghasilkan sekitar 2 ton sekali panen, kini hanya berkisar 700 sampai 800 kilogram. Itu pun dalam setahun.Makanya, lahan diwakafkan agar dibangun Madrasah Aliyah (MA) setingkat SMA. Agar tamatan SMP tak lagi menjadi pengangguran atau jauh-jauh ke daerah lain untuk sekolah.”Kami pikir lebih produktif jika membangun sekolah daripada tetap digunakan lahan kakao. Selain untuk amal jariyah, juga untuk masa depan generasi muda di desa kami,” terang Sultan, pemilik lahan.Sekolah yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota Sinjai ini sementara dalam proses pekerjaan. Ada tiga ruangan belajar telah disiapkan. Juga telah dibangun musala di samping kanan sekolah. Semua manggunakan swadaya masyarakat.Saat ini, pihak pengelola sementara mengurus izin operasional sekolah. Agar fasilitas pendidikan mendapat legalitas, meski belum berada di bawah naungan negeri.Masyarakat setempat sangat merespons hadirnya sarana pendidikan di desa ini. Itu terbukti dari semangat peserta didik baru yang mendaftar. Bahkan, pengelola menolak beberapa pendaftar, karena keterbatasan ruangan belajar.”Tahun ini ada 34 siswa kami terima, ada juga kami tolak karena ruangan belajar tidak memadai,” terangnya.Olehnya itu dia berharap agar pemerintah bisa membantu proses pembangunan sekolah ini. Pihaknya pun siap menyiapkan lahan secara gratis untuk pembangunan sarana lainnya dan beralih dari status yayasan menjadi naungan negeri.”Kami tidak persoalkan status yayasan atau negeri, yang jelas anak-anak di sekolah dapat mengenyam pendidikan,” tambahnya.Tokoh pemuda Tompobulu sangat mengapresiasi hal ini. Apalagi sekolah merupakan sarana yang paling dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjamin keberlangsungan pendidikan generasi muda.”Kami berterima kasih, tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah, kami juga berharap pemerintah dapat memperhatikan keberlangsungan pendidikan, khususnya di pelosok,” kata Sekretaris KNPI Sinjai ini. (sir/rif-zuk)

Bagikan berita ini:
10
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar