Banyak Praktik Tercela, Kemenkumham Mendesak Dibenahi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) merekomendasikan kepada pemerintah, untuk membenahi pengelolaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Kemenkumham secara menyeluruh.Pasalnya, kejadian di dalam lapas seperti bebas berkeliarannya tahanan, pejabat menerima suap, pungutan liar, narkoba, dan penganiayaan terhadap tahanan sudah menjadi hal yang lumrah.Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menilai rentetan kejadian itu disebabkan minimnya integritas di lembaga pemasyarakatan. Yang terbaru seringnya Setya Novanto terlihat berkegiatan di luar lapas.”Menurut saya butuh reformasi yang serius dari Menkumham untuk membenahi lembaga pemasyarakatan,” kata Donal di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan.Menurutnya, kasus Novanto menjadi tamparan serius bagi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab di lapas napi koruptor saja masih ditemukan celah untuk bermain.Selain kasus Novanto, Donal juga menyinggung beberapa penyimpangan lain di lapas. Contohnya seperti pungutan liar yang dilakukan oknum sipir terhadap tahanan. Bahkan, ada pula kasus penyiksaan di tahanan.

Istri Tak di Rumah, Gadis Tiri Jadi PilihanOfo BekasBidik 01 di Pilkada, Sekretaris Golkar Majene Tantang Petahana

“Temuan Ombudsman kan sudah cukup banyak di lembaga pemasyarakatan kita,” beber Donal.KPK juga tengah mengusut soal dugaan pemberian tas mewah merek Louis Vuitton kepada Ditjen PAS, Sri Puguh Budi Utami terkait kasus suap jual-beli sejumlah fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar