Demi Gerhana Bulan, Stand By dari Pukul 00.00 WIB

Kamis, 18 Juli 2019 - 09:38 WIB

FAJAR.CO.ID– Warga Surabaya mendapat kesempatan untuk menikmati gerhana bulan sebagian terakhir di langit Surabaya pada 2019. Kemarin dini hari (17/7) kecantikan fenomena langka tersebut mulai terlihat. Bahkan, masyarakat masih bisa menyaksikannya hingga pukul 06.00.

’’Saya stand by dari pukul 00.00,’’ ucap Ahmad, nelayan yang tinggal di Tambak Wedi.

Dia sangat terkesima dengan tampilan gerhana. Selain langka, warna yang dipancarkan sama persis dengan pijaran lampu Jembatan Suramadu Ketika dijepret, hasilnya luar biasa. Belum lagi pantulan cahaya di air laut yang bikin suasana semakin indah. ’’Saya abadikan beberapa menit. Selepas itu, saya salat Gerhana,’’ ucapnya.

Salat Gerhana juga dihelat di Masjid Nasional Al Akbar. Dipimpin langsung oleh Kh A. Muzzaky Al Hafidz, salat sunah tersebut diikuti sekitar 1.500 orang. Salat itu kemudian dilanjutkan penjelasan mengenai kejadian gerhana secara keilmuan. Muzzaky menyatakan, fenomena gerhana bulan merupakan bagian dari kebesaran Allah. ’’Kami harus mengucap syukur atas nikmat Allah,’’ tuturnya.

PANTULAN LANGKA: Pengambilan foto gerhana bulan dengan teknik multiple exposure kemarin.(Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

Selain itu, pertemuan bulan dan matahari, kata dia, mengajarkan manusia untuk istiqamah dalam hidup. ’’Fenomena gerhana bulan merupakan peringatan bagi manusia untuk menghargai waktu. Sebab, penciptaan bulan atau matahari sebagai simbol penciptaan waktu. Jangan menyia-nyiakannya,’’ ucapnya.

Pengenalan Lingkungan Sekolah SMP SMANKO Sulsel

3 Kali Operasi Besar, Kepala Safa dan Marwa Akhirnya Pisah

Nigeria Juara 3, Ighalo Calon Kuat Top Skor Piala Afrika

Salah satu masjid terbesar di Indonesia itu juga menampilkan penampakan bulan yang perlahan tertutup bayangan bumi melalui dua layar berukuran 3 x 2 meter dan sebuah televisi 70 inci. Pergerakan gerhana di tiga layar tersebut real time sesuai dengan kejadian. ’’Gerhana yang terlihat di layar dan televisi terkoneksi dengan hasil peneropongan,’’ ucap Humas Masjid Nasional Al Akbar, Helmy M. Noor. (jp)

loading...