Jelang Idul Adha Lalu Lintas Ternak Mulai Diperketat

Kamis, 18 Juli 2019 - 10:23 WIB

FAJAR.CO.ID,MAROS — Jelang hari raya Idul Adha, Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros mulai memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak sapi.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi keluar dan masuknya hewan ternak ilegal atau yang berpenyakit. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Muh Nurdin mengatakan jelang Idul Adha pihaknya mulai memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak sapi kurban.

Mengingat biasanya jelang hari raya Idul Adha lalu lintas ternak biasanya meningkat. “Jadi kita mulai memperketat lalu lintas hewan ternak. Mulai dari yang masuk hingga yang keluar,” katanya.

Apalagi kata dia, biasanya ternak sapi yang dijual jelang Idul Adha bukan hanya sapi yang berasal dari Maros saja. Tapi juga ada yang dari luar masuk ke Maros.

“Kita perketat arus lalu lintas ternak, dimana setiap hewan yang masuk di periksa dokumen asalnya seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan fisik hewan itu. Apa tidak terjangkit dengan penyakit hewan ternak. Begitu pula semua hewan kurban dari luar kita periksa dan harus dilengkapi sKKH,” sebutnya.

Hal ini kata dia, dilakukan untuk mencegah masuknya sapi yang terjangkit antraks di Maros. Dia juga mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan guna menghindari adanya ternak sakit yang masuk atauoun keluar dari Maros .

“Jangan sampai ada sapi kurban yang masuk tanpa disertai dengan dokumen surat keterangan kesehatan hewan. Karena jangan sampai sapi itu terjangkit penyakit dan bisa menyebar ke ternak warga,”jelasnya. Selain itu kata dia jelang lebaran pihaknya sudah sosialisasi ke peternak dan melakukan vaksinasi hewan ternak.

Sementara itu,Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian Kabupaten Maros, drh Ujistiani Abidin mengatakan beberapanyang menjadi tugasnya yakni melakukan pelayanan kesehatan hewan, monitoring persiapan hewan kurban namum biasanya tergantung permintaan peternak atau pedagang serta penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) pada hewn kurban yang telah dilakukan pemeriksaan. “Setelah melakukan pemeriksaan biasanya kami UPTD Puskeswan yang menerbitkan SKKH,” sebutnya.(Rin)