KDI 2019, Siapkan Mental dan Kostum Terbaik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Setelah melakukan serangkaian audisi, 20 orang peserta Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019 dari berbagai provinsi kini yang lolos, kini sedang menjalani masa karantina di Jakarta.

Tiga diantaranya perwakilan dari Sulsel yakni Hikam (Barru), Rezky (Makassar) dan Diva (Makassar). Mereka telah diasramakan sejak, Selasa,16 Juli. Selanjutnya, akan kembali bersaing masuk 12 besar bersama wakil dari provinsi lain.

Ketiganya pun mulai mempersiapkan diri. Mulai latihan, mental hingga menyiapkan masing-masing kostum.

Salah seorang kontestan, Diva menuturkan, selain fisik dan mental, ia juga menyiapkan pakaian yang harus dikenakan saat audisi di Jakarta. Menurutnya, para finalis diperkenankan membawa gaun minimal lima pasang

Gaun tersebut akan dipakai di beberapa kali episode jika dinyatakan lulus lagi.
Ia berharap do’a dan dukungan dari masyarakat Sulsel, agar ia bisa mewakili Makassar dan mengangkat nama keluarganya.

Hikam asal Barru juga sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk berkompetisi diaajang dangdut bergengsi tersebut. Termasuk, sebelum berangkat ke Jakarta, ia telah meminta restu kepada seluruh keluarganya.

Tak ketinggalan juga meminta restu dari Pemerintah Kabupaten Barru melalui bupatinya.

“Alhamdulillah ada 14 dari Makassar, hanya tiga yang lolos termasuk saya setelah diaudisi kembali di Jakarta, “ungkap mahasiswa Universitas Alauddin Makassar tersebut.

Terpisah, kontestan lain Reski Amaliah Sahar pun juga sudah menyiapkan diri. Ia pun optimis bisa masuk 12 besar mendatang. Apalagi memang selama ini, ia memang penyanyi dangdut organ tunggal.

Pengalamannya sejak kecil sebagai penyanyi organ tunggal, melatih cengkok dan suara Reski. Lagu berjudul “Cincin Kepalsuan” dan “Pesta Panen” milik Elvi Sukaesih mengantarnya ke Jakarta.

“Saya ingin mengubah nasib dan mengangkat nama keluarga jadi alasan saya ikut KDI,”ucap perempuan yang bersekolah di SMKN 4 Makassar tersebut.

Kepada FAJAR, Reski mengungkapkan bahwa ia selama ini membagi waktunya manggung dan belajar. Selepas sekolah ia biasa mengambil job menyanyi.
Hasil dari manggungnya inilah yang ia pakai membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari, tanpa menyusahkan orang tuanya lagi yang berprofesi sebagai buruh.

Tak hanya di Makassar, namun ia juga kadang kala mengambil job keluar daerah seperti di Bone dan daerah Gowa. Namun Reski mengaku tetap mengutamakan sekolahnya, ia juga melihat jadwal dari sekolahnya jika tak ada ujian.

“Sekarang sudah di karantina beberapa hal yang sudah saya persiapkan seperti mental, kepercayaan diri dan juga kostum yang akan ia kenakan nanti saat bertemu juri artis,”ucapnya.(wis/lin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...