Lestarikan Mangrove agar Dompet Berseri

Kamis, 18 Juli 2019 - 21:14 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, POLMAN — Setiap tahunnya kawasan hutan mangrove mengalami pengurangan akibat alih fungsi lahan. Sejumlah upaya dilakukan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat terus mengupayakan penyelamatan kawasan hutan mangrove di daerah ini.

Kelestarian ekosistem mangrove sangat penting dilakukan lantaran berdampak positif terhadap lingkungan juga mendatangkan nilai ekonomi yang cukup besar.

Hal inilah mendasari, Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (PHKSDAE) Dinas Kehutanan Sulbar Nenny Tandirapak menjadikan proyek perubahan pendidikan dan latihan kepemimpinan (Diklatpim) III angkatan 22 tahun 2019 PPSDM Kemendagri Regional Makassar.

Proyek perubahan Magrove Lestari, Dompet Berseri ini disosialisasikan kepada masyarakat Dusun Mampie Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo, Kamis, 18 Juli 2019. Menurut Nenny Tandirapak, penyelamatan kawasan mangrove di Mampie sangat penting agar tidak semakin berkurang.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyosialisasikan program mangrove lestari, dompet berseri.

“Program ini bagaimana memanfaatkan hasil buah mangrove menjadi olahan makanan dan minuman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan mangrove. Sehingga dengan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan sendirinya akan menjaga kelestarian hutan mangrove,” terang Nanny Tandirapak.

Dalam program ini masyarakat Mampie khususnya kaum perempuan diajari bagaimana mengolah buah mangrove menjadi berbagai macam olahan makanan minuman seperti kue bronis, kripik mangrove, teh mangrove, sirup buah mangrove bahkan bedak lulur dari buah mangrove.

Selain itu kelompok pengolahan buah mangrove Bunda Kreatif Mampie akan didorong memiliki legalitas sehingga dapat bekerjasama dengan UPTD KPH Mapilli dalam pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan mangrove dengan pola kemitraan yang dituangkan dalam naskah kesepakatan kerja (MoU).

Dalam sosialisasi mangrove lestari, dompet berseri dihadirkan pemateri Kepala UPTD KPH Mapilli, Zainal J dan Kepala Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan M Yusuf serta dosen Unsulbar Suparjo Razasli Carong.

Selain sosialisasi program mangrove lestari dompet berseri juga diadakan Pelatihan pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) khususnya membuat berbagai jenis makanan dan minuman dari buah mangrove. Pelatihan ini melibatkan tim dosen dari Unsulbar. (ham)