Polri Dinilai Gagal, Jokowi Didesak Bentuk TGPF Independen

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Tim kuasa hukum penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Alghifari Aqsa menyesalkan kinerja tim pencari fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang juga belum mengungkap siapa pelaku lapangan dan aktor intelektual. Menurutnya, kegagalan TPF merupakan bukti Polri tidak tegas menuntaskan kasus Novel Baswedan.

“Kegagalan Tim Satgas tak lain dan tak bukan adalah kegagalan dari Polri mengingat penanggungjawab dari Tim Satgas Polri adalah Kapolri,” kata Alghifari di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/7).

Padahal TPF bentukan Polri telah menemukan banyaknya alat bukti dengan memeriksa puluhan saksi untuk dilakukan pemeriksaan ulang. Bahkan mereka juga dibantu oleh Australian Federal Police dan telah memeriksa 114 toko bahan kimia.

“Akan tetapi, kesimpulan dari Tim Satgas Polri malah menyatakan tidak adanya alat bukti,” sesal Alghifari.

TPF bentukan Polri seakan-akan menyalahkan penggunaan kewenangan berlebihan dari Novel Baswedan, namun tanpa adanya terduga yang terindentifikasi melakukan kejahatan. Hal ini menunjukan bahwa TPF telah mencoba membangun opini yang spekulatif, tanpa adanya bukti yang mencukupi.

“Rekomendasi TPF hanyalah upaya untuk kembali mengulur-ngulur waktu dan semakin mengaburkan pengungkapan kasus ini penyerangan terhadap Novel Baswedan,” tegasnya.

Oleh karena itu, tim kuasa hukum Novel Baswedan lagi-lagi menuntut Presiden Joko Widodo untuk mengambil tanggung jawab atas pengungkapan kasus Novel Baswedan, dengan membentuk TGPF yang bersifat independen serta bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...