Polri Dinilai Gagal, Jokowi Didesak Bentuk TGPF Independen

Kamis, 18 Juli 2019 07:46

“Menuntut Presiden Republik Indonesia sebagai kepala negara serta panglima penegakan hukum, untuk tidak melempar tanggung jawab pengungkapan kasus ini kepihak lain, dan secara tegas bertanggung jawab atas pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan,” tandasnya.Sementara itu, gagalnya pengungkapan kasus Novel juga mendapat respon dari Amnesty International Indonesia. Presiden Joko Widodo harus secara proaktif dan segera mengambil inisiatif membentuk TGPF independen setelah tim pakar yang dibentuk Polri gagal mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

Persatuan IndonesiaDibuka JK, GIIAS 2019 Terbuka untuk Umum Pukul 17.00 WIBIni Kasus Besar yang Ditangani Novel Baswedan versi TPF

“Temuan tim pakar mengecewakan mengingat tim tersebut sudah diberikan waktu selama enam bulan untuk mengungkap fakta dan data dibalik penyerangan Novel. Alih-alih menemukan pelaku ataupun identitas pelaku, tim tersebut menyematkan tuduhan yang tidak etis bagi seorang korban yang sedang mencari keadilan seperti Novel Baswedan,” kata Manager Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri.Putri menilai, tidak logis TGPF bentukan Polri yang bekerja selama enam bulan memberikan kesimpulan yang tegas terkait kasus Novel Baswedan. Terlebih saat konferensi pers siang tadi, perwakilan Mabes Polri maupun tim pakar tidak mampu memberikan bukti atau penjelasan lebih lanjut terkait tuduhan tersebut.Probabilitas lain yang menjadi pertanyaan adalah keterangan tim pakar yang mengatakan bahwa serangan terhadap wajah Novel bukan dimaksudkan untuk membunuh, tapi membuat korban menderita.

Komentar