Teliti Program Peningkatan Kualitas Guru, Kabid Sastra Disdik Raih Gelar Doktor

Kamis, 18 Juli 2019 - 21:03 WIB
Basri bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty Facrudin.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Berbagai program peningkatan guru seperti diklat dan workshop belum menunjukkan hasil yang efektif karena dilaksanakan tidak sesuai kebutuhan nyata guru.

“Kebutuhan guru diperoleh dari hasil analisis kebutuhan guru karena kelemahan dan kekurangan yang dimiliki. Hal itulah yang menentukan bentuk program yang diberikan guru,” ujar Kepala Bidang PK PLK Bahasa dan Sastra Disdik Sulsel, Basri, saat menjalani sidang ujian promosi doktor untuk meraih gelar doktor ilmu pendidikan di Aula Lantai 5 Gedung AD PPs UNM, Rabu, 17 Juli 2019, kemarin.

Basri mempertahankan riset disertasinya dengan judul “Model Peningkatan Kompetesi Guru SMA di Sulawesi Selatan Pasca-Alih Kelola Kewenangan Sekolah” yang dibimbing promotor Prof Dr Arismunandar, kopromotor Prof Dr Alimuddin Mahmud MPd, dan Prof Dr Anshari.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof Dr Hamsu Abdul Gani MPd dengan anggota: Prof Dr Arismunandar MPd, Prof Dr Anshari MHum, Prof Dr M Arifin Ahmad MA, Prof Dr Muhammad Yunus MPd, dan Dr Pattaufi MSi.

Mantan Kabid Pembinaan SMA Disdik Provinsi Sulsel itu, meneliti topik peningkatan kompetensi guru karena didasari nilai uji kompetensi guru SMA di Sulsel terbilang sangat rendah. (ful)