Vonis Idrus Marham Menjadi 5 Tahun

Kamis, 18 Juli 2019 - 12:26 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, memperberat hukuman terdakwa kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Idrus Marham menjadi 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.
Putusan ini merupakan permohonan banding dari jaksa penuntut umum (JPU) KPK atas vonis 3 tahun penjara denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menerima permintaan banding dari penuntum umum pada KPK dan penasihat umum terdakwa,” demikian bunyi amar putusan banding seperti dikutip dari laman website Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Amar putusan tersebut berbunyi, membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 9/Pid.Sus-TPK/2019/PN.JKT.PST. tanggal 23 April 2019 yang dimintakan banding tersebut.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Idrus Marham dengan pidana penjara selama 5 tahun,” lanjut bunyi amar putusan.

Putusan banding itu dibacakan pada Selasa (9/7). Majelis hakim banding diketuai oleh I Nyoman Sutama, sedangkan Mohammad Zubaidi Rahmat dan Achmad Yusak, masing-masing sebagai anggota majelis.

Jaksa penuntut umum pada KPK Lie Putra Setiawan membenarkan sudah adanya putusan banding tersebut. Jaksa Lie menyebut putusan banding sesuai dengan tuntutan yang diajukan jaksa.

Apa Jadinya, Menkumham-Wali Kota Tangerang Saling Lapor Polisi

Arsenal Kalahkan Bayern di ICC 2019

BCD, Trio Bek Juventus yang Bikin Ngeri Lawan

“Iya, diperberat. Pidana yang dijatuhkan sudah sesuai tuntutan kami, tapi kami belum cek pasal-nya. Semoga sama dengan tuntutan kami,” kata Lie saat dikonfirmasi, Kamis (18/7).

Sementara itu, kuasa hukum Idrus Marham, Samsul Huda, megaku telah mengetahui putusan tersebut. Namun ia belum memastikan apakah akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atau tidak.

Dalam kasus ini, Idrus divonis bersalah karena dinilai terbukti bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo, sebesar Rp 2,25 miliar terkait proyek PLTU Riau-1. (jp)