Ada 120 WNI di Syria, Ini Kekhawatiran Wiranto

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:03 WIB

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Pemerintah masih mengkaji upaya pemulangan Warga Negara Indonesaia yang ada di Syria. Kali ini pemerintah memutuskan membentuk satuan tugas (Satgas) guna mencari solusi dari persoalan ini.

“Sekarang kita sedang membuat satu tim khusus, task force untuk melakukan pendalaman soal WNI yang ada di Syria,” ujar Menkopolhukam Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Wiranto, pemulangan WNI dari Syria itu ini bukan hal mudah. Mengingat pemerintah Syria juga melakukan upaya penegakkan hukum bagi WNI yang terlibat jaringan ISIS. Diharapkan dengan adanya satgas ini bisa dicarikan jalan keluar terbaik.

“Ini kan tidak bisa diselesaikan oleh kita sendiri karena menyangkut negara lain. Maka, perlu ada tim khusus yang nanti akan kita tugaskan mendalami masalah ini dan langkah yang terbaik itu bagaimana,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menekankan dalam upaya pemulangan ini tidak merugikan bangsa Indonesia. Apalagi jika WNI yang dipulangkan justru dikhawatirkan membawa paham radikalisme, sehingga bisa menjadi ancaman bangsa.

“Jangan sampai kita memulangkan bibit-bibit penyakit yang sudah dicuci otaknya dengan paham anti Pancasila dan anti NKRI untuk kembali ke Republik Indonesia yang kita cintai,” tegas Wiranto.

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan, dari data imigrasi, masih ada 120 WNI yang ditampung di camp-camp penampungan di perbatasan Syria-Irak. Dari jumlah tersebut seluruhnya perempuan dan anak-anak. Tidak ada laki-laki.

Satgas akan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius. Serta akan bekerjasama dengan beberapa instansi. “Kepala BNPT leading sektornya, nanti kerjasama dengan Kemlu, Kemenko Polhukam, BIN, jajaran terkait,” pungkas Yasonna. (jpc)