Aktivis Desak Keterwakilan Perempuan di Komisi Informasi Sulsel

Jumat, 19 Juli 2019 17:43
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Sejumlah Aktivis Perempuan dan Anak yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Perempuan dan Anak Sulawesi Selatan (KAPASS) yang terdiri dari individu dan lembaga, mendatangi DPRD Sulsel.Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Sulawesi Selatan periode 2019 – 2022 akan memasuki proses fit and proper test. Panitia seleksi sudah menyerahkan daftar 15 (lima belas) nama calon anggota yang akan mengikuti uji kelayakan calon anggota KI kepada Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat pekan lalu (12/7/2019).Berdasarkan PERKI No.4 Tahun 2016 tentang Mekanisme Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi, paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak daftar nama diserahkan pansel maka DPRD harus melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan untuk memilih lima orang anggota Komisi Informasi Provinsi Sulawesi selatan yang selanjutnya akan ditetapkan oleh Gubernur.Dari rekam jejak penyelenggaraan seleksi Komisi Informasi Provinsi Sulawesi selatan, ditengarai abai terhadap aspek keterwakilan unsur perempuan. Terbukti pada periode lalu, tidak ada calon anggota perempuan yang dipilih DPRD.Ketika di akhir masa jabatan, Aswar Hasan mengundurkan diri karena lulus di Komisi Penyiaran barulah satu orang perempuan yang merupakan salah satu cadangan urutan ke tujuh dalam hasil uji kelayakan, diminta duduk menggantikan mantan ketua KI Sulsel dua periode tersebut.Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan oleh Koalisi Aktivis Perempuan dan Anak Sulawesi Selatan (KAPASS) terlebih diketahui hanya terdapat satu nama perempuan calon anggota KI yang dikirim pansel ke DPRD pada periode kali ini. Jangan sampai, tidak ada lagi keterwakilan perempuan seperti pada periode sebelumnya.

Komentar